Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Centurion Hotel Cabin & Spa, Kyoto


Salah satu cita-cita saya dan mr.husband adalah mencoba menginap di hotel kapsul di Jepang, demi kekinian dan juga karena memang penasaran. Sebelumnya mr.husband sudah pernah menginap di The Pod Hostel Singapore, jadi sudah sedikit merasakan. Ohya, udah baca satu-satunya posting di tesyasblog yang ditulis mr.husband? Klik link ini, mengenai review The Pod. Duh, maaf OOT deh jadinya:D

Seperti biasa, tugas mencari penginapan selalu diserahkan kepada saya. Jadi mr.husband hanya geleng-geleng kepala ketika dua minggu sebelum keberangkatan saya katakan, "Kita pindah hostel yuk, ini lebih murah (tetep ya money is mrs.wife's consideration) dan lokasinya di Gion".

Sebelumnya, kami sudah memesan free cancelation twin room di Piece Hostel Kyoto Station melalui situs booking. Kami sudah naksir Piece Hostel sejak Meidiana dari geretkoper menulis review Piece Hostel Sanjo. Jadi rasanya bahagia banget berhasil memesan salah satu hostel paling laris di Kyoto. Eh, udah begitu kami cancel! Semoga saja suatu saat nanti kami akhirnya bisa menginap di Piece Hostel. Aamiin.

Menginap di hotel kapsul Centurion Hotel Cabin & Spa memang lebih sesuai untuk itinerary kami yang akan sering menggunakan kereta dari daerah Gion. Dan ternyata lokasinya tepat di jantung pertokoan Gion, tiba-tiba aja gitu ada hostel padahal di kiri dan kanan adalah toko dan restoran Sukiya. We were surprised! Tentunya kejutan yang menyenangkan:)

Located at the heart of Kyoto, perfect!



The Lobby

"Hi, we would like to check-in" saya katakan kepada petugas yang berada di reception desk. Dengan nada kurang enak, ia menjawab "Check-in is at 2 pm" (saat itu kami tiba jam 1 siang). Yah Mba, kenapa juga sih musti jutek jawabnya?

Saya katakan, kami hanya ingin mendaftarkan pemesanan kami dan menyimpan backpack. Akhirnya ia meminta paspor untuk di fotocopy, dan mempersilahkan kami menyimpan backpack di area lobi.

Lobi Centurion Hotel Cabin & Spa ini cukup luas dan homey, dengan design khas Jepang. Walaupun di luar jalanan sangat ramai, begitu masuk ke dalam hotel rasanya langsung sepi dan damai.

The lobby of Centurion Hotel Cabin & Spa


The Cabin

Kami memesan dua cabin di mixed dorm, dengan harga JPY5.400 untuk dua orang, termasuk sarapan. Harga tersebut sedang promo di situs booking. Kurang lebih kalau dihitung sekitar Rp 300 ribu per orang. Murah banget kan, termasuk sarapan loh!

Saat kembali mengambil backpack yang kami titipkan dan check-in ulang sekitar jam 7 malam, kami diberikan handuk dan kartu (kunci untuk masuk area cabin). Kami tidak perlu membayar deposit ketika check-in.

Sebelum masuk area cabin (yang pintunya harus dibuka dengan kunci yang berupa kartu), kami harus menyimpan sepatu di tempat yang sudah disediakan. Ohya, di hostel ini tersedia lift, jadi kami naik lift dari lobi. Bandingkan dengan hostel di Singapura yang biasanya tidak menyediakan lift, harganya mahal lagi (:

Di rak sepatu tersedia sandal khas Jepang yang bisa digunakan oleh tamu jika ingin pergi ke lobi, atau ke public bath di lantai basement. Untuk public bath, nanti akan saya bahas khusus.

The shoe rack


Masing-masing tamu juga diberikan kode sandi untuk membuka dan mengunci locker yang terletak tidak jauh dari rak sepatu. Jadi locker ini berada di luar area cabin ya.

Kami hanya menyimpan barang berharga di locker, selain itu kami bawa ke dalam area cabin.

Locker on the left side


Di sebelah locker terdapat wastafel untuk cuci muka dan sikat gigi. Di seberang wastafel ini ada toilet, terpisah untuk pria dan wanita. Eh, jadi mandinya dimana? Hahahaha, it was the first thing crossed our mind. Nanti, cerita mengenai Public Bath di bawah ya.

Setelah menanggalkan sandal dan sepatu, kami masuk ke area cabin dengan pintu yang terbuka otomatis. Iya betul, pada foto di atas pintu kaca di atas itu adalah pintu masuk ke area cabin.

Kami mencari cabin 404 dan 405 (atas-bawah) milik saya dan mr.husband. "Aku yang bawah ya" begitu pinta saya. Mr.husband mengangguk pasrah:D

Dan akhirnya kami menemukan cabin mungil kami, yang di dalamnya dilengkapi dengan colokan listrik, TV, bantal dan selimut. Aaaaah menyenangkan!

My bed is on the right



Kondisi cabin sangat bersih, karpetnya bersih, ruangannya wangi... really recommended!

Memang sih bukan hotel kapsul modern yang sophisticated itu, Centurion Hotel Cabin & Spa menawarkan cabin ala-ala Jepang. Justru jadinya unik dan very local kan? Saat pertama tiba, kami rasakan panas betul di dalam cabin. Tapi semakin malam, malah semakin dingin.





We slept very well, secara malam sebelumnya tidur di pesawat Garuda Indonesia kali ya. Besok paginya jam 06.30 saya bangunkan mr.husband untuk memulai aktivitas kami lagi di Kyoto.


Public Bath

Jadi begini ya... kalau mau memesan penginapan di Kyoto atau dimanapun itu, bacalah secara seksama. Jangan kaya saya, yang berasumsi bahwa ada public bath berupa onsen, namun tetap tersedia kamar mandi untuk tamu hostel di setiap lantai.

"Tes, ini mandinya dimana? Di depan wastafel itu cuman ada toilet loh" begitu laporan mr.husband. Saat saya masih beres-beres barang di cabin, dia sudah ke toilet terlebih dulu.

"Wah, masa? Apa cuman di public bath itu ya mandinya?" *langsung lemas. Hahaha..

Yaaa...dan turunlah saya menggunakan lift ke lantai basement, masuk ke area public bath bertuliskan "Female", menyimpan sandal, dan begitu membuka pintu ke ruang selanjutnya, saya pun terkejut karena peraturan onsen diterapkan di ruang itu. Oalah... Iya ada beberapa wanita yang sudah siap masuk onsen. Peraturannya apa, saya tidak perlu menjelaskan disini ya:D

Salah satu peraturannya adalah tidak boleh membawa kamera, jadi saya ambil foto dari website Centurion saja ya. Tamu hotel boleh menggunakan spa dan sauna secara gratis, malahan dipinjamkan kimono juga.

Enjoy the public bath :) Source from here.

Kalau mau menggunakan onsen, tamu harus mandi dulu bersih di shower, lalu masuk ke dalam kolam air panas. Enak sih sebetulnya setelah seharian kedinginan, berendam di dalam kolam panas, naked tapinya ya.

Di samping bak air panas, terdapat kamar-kamar kecil berupa shower yang dilengkapi dengan sabun dan shampoo, jadi kalau tidak mau onsen, cukup mandi di shower dan keluar lagi.


The Location

Saya ambil informasi dari website booking dot com mengenai betapa centrally located-nya hostel ini. Nilai review para tamu sangat bagus, terutama di penilaian mengenai lokasi.

Source: Booking[dot]com


Untuk lebih jelasnya, lokasinya adalah di jalan raya Gion seperti foto kami di bawah ini. Yang mau enggak repot kemana-mana, dan kebetulan traveling tidak dengan anak, boleh banget mencoba menginap di hotel kapsul ala-ala Jepang ini.

The location of Centurion




The Breakfast

Ada dua macam breakfast, di area sebelah dalam dari lobi, ataupun di restoran Sukiya yang tepat berada di samping hostel. Kami memilih makan di Sukiya pada jam 7 pagi. Menu yang tersedia adalah ikan dan daging, kami memilih ikan salmon dengan semangkuk nasi panas dan miso soup. Enak dan tentunya mengenyangkan!


Yummy salmon


***


Pengalaman pertama ini tentunya tidak membuat kami kapok untuk menginap kembali di hotel kapsul, jika lain kali kami ke Jepang. Ada banyak hostel di daerah Gion dengan range harga sekitar Rp 500 ribu semalam. Silahkan dipilih yang paling sesuai dengan budget dan selera ya.

Kalau boleh saya sarankan, menginaplah di sekitar Gion karena suasananya yang ramai dan menyenangkan. Kemana-mana juga dekat tinggal jalan kaki.


written on February 9, 2017

Follow our Twitter & IG account: @tesyasblog
Like our FB fanpage: Tesyasblog
Watch our video on youtube: tesyasvlog


Next Post:

Why Nishiki Market Should Be On Your Itinerary


Previous Post:
Halal Ramen in Kyoto: Gion Naritaya

8 comments:

  1. mau tanya kakaknya, itu pintu tiap 'kasur'nya ada kayak sliding door ga sih? aku kalo di Kyoto udah terlalu jatuh cinta sama si Piece hostel Sanjo hahahaha rasanya kalo balik lagi tetep kekeuh maunya nginep di situ *ini semua gara2 pilihan sarapan yg terlalu banyak* hahahahah dan sepertinya aku masih belum siap mental kalo harus masuk 'public bath'kayak di Centurion :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mei, iya ada sliding doornya. Siapkan mental Mei, enak kok udah jalan2 cape seharian dan langsung berendam air panas hahaha..

      Tapi iya aku juga masih penasaran kok ama Piece Hostel Sanjo.

      Delete
  2. emangnya kalo nginep disini nggak boleh bawa anak kah? padahal anakku pasti seneng tuh tidur disitu karna ada pintu gesernya kayak kasurnya doraemon ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak boleh Mba, anak kecil..tapi aku enggak tau sih umur berapa bolehnya. Di beberapa hostel sih bolehin di atas 12 tahun.

      Iya anak-anakku juga pada pengin nginep sini... *tapi bukan karena doraemon sih hahahah

      Delete
  3. Wah, boleh jadi bahan rekom nih hotelnya. Murah, cakep strategis dan plus sarapan lagi. Kalo malam tidur berisik nggak mbak? Maksudnya masih terdengar nggak ribut ribut diluar gitu, secara letaknya ditempat keramaian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepi banget kok pas didalamnya, nyaman...

      Delete
  4. karena bawa anak, makanya sampe skr aku blm prnh cobain cabin hotel begini :( .. pdhl pengen mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Fanny, padahal sensasinya lain loh hehehe... Tar cobain kalau jalan sama teman-teman yah..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...