Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Makan Pagi Sehat di Sade Tropical Kitchen Yogyakarta

 

Saya langsung tertarik saat melihat di instagram mengenai Sade Tropical Kitchen yang berada di satu kawasan dengan Sae Sae Hostel Yogyakarta. Saat itu, Sade Tropical Kitchen menerima tamu luar, bukan hanya mereka yang menginap di Sae Sae Hostel.

Saya sedang berlibur akhir tahun Desember 2018 di Yogyakarta, bersama kedua Kiddos. Mr.husband menyusul mendekati akhir tahun. Karena bingung makan dimana, kami naik Gocar ke Sade Tropical Kitchen. 

Open kitchen di Sade Tropical Kitchen

Baca Selanjutnya...

Sapulu Coffee & The Chendela Yogyakarta


Saya menemukan coffeeshop ini tidak sengaja. Saat itu sedang jalan pagi, dan melihat tempat yang eye catching. Siangnya saya kembali naik mobil. Berlokasi di daerah Kraton, lurusan jalan Wijilan yang dipenuhi warung gudeg, Sapulu Coffee Yogyakarta menawarkan suasana seperti di Bali.

Dari luar Sapulu Coffee terlihat sederhana, namun sangat cantik.

Siapa yang tidak tertarik untuk mampir?

Baca Selanjutnya...

Rekomendasi Wisata Kuliner di Gunungkidul: Dari Bakmi Jawa Hingga Lobster Pak Sis


Gunungkidul bisa menjadi alternatif tempat tujuan wisata jika teman-teman sudah cukup sering mengunjungi Jogjakarta. Selain wisata Goa Pindul yang sudah cukup mainstream, area pantai saat ini menjadi primadona wisata di Gunungkidul.

Pada akhir pekan, saya menemui banyak sekali rombongan yang berangkat dari Jogjakarta pada pagi hari ke area Gunungkidul dengan menggunakan bus besar. Dan saat sore tiba, bus besar tersebut kembali memenuhi jalanan dengan rute Gunungkidul ke Jogjakarta.

Saya tidak akan membahas tempat wisata apa saja yang bisa dikunjungi di Gunungkidul. Saya ingin menulis mengenai wisata kuliner di Gunungkidul, atau tepatnya, tempat makan yang sudah kami kunjungi di Gunungkidul, dan rasanya menurut kami recommended.


Salah satu spot foto di Gunungkidul
Baca Selanjutnya...

Trava House Jogjakarta: Great Hostel With Minimalist Design In The Heart Of The City


This was my first time staying at hostel in Jogjakarta. I usually go with my family or on a business trip to Jogja, so I never had the chance to stay in a hostel. 

Until we planned a mommies dayout trip to Jogjakarta, and I wanted to go after office hour on a Friday night. All other mommies wanted to go on Saturday morning, so I opted staying at Trava House Jogjakarta by my own.

Trava House is a small hostel, located in the heart of the city, and every corner of the house made me fell in love. 

The main entrance of Trava House
Baca Selanjutnya...

Artotel Jogjakarta Review: Hotel With A Slide


If you are looking for a family friendly hotel in Jogjakarta, you can have a look at Artotel Jogjakarta. I found this hotel through Traveloka, and when I saw the slide in their lobby, I thought it will be an awesome experience for our Kiddos. And so it was, we took the slide from M level to the lobby over and over again.

The hotel's concept is very unique, it collaborates with local artist to display their art at the hotel. From the lobby to the room, you can enjoy beautiful paintings on the wall. And all of them made the hotel looks really attractive.

The front desk area at Artotel Jogjakarta
Baca Selanjutnya...

5 Pilihan Penginapan Untuk Liburan Keluarga di Yogyakarta


Saat merencanakan liburan bersama keluarga, kegiatan yang paling saya suka adalah memilih penginapan. Apalagi untuk kota wisata seperti Yogyakarta, yang dalam hitungan bulan banyak sekali akomodasi baru yang muncul.

Jika sudah terlalu banyak pilihan, dua hal utama yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih penginapan adalah lokasi dan bujet liburan. Kota Yogyakarta seperti teman-teman ketahui memiliki berbagai atraksi wisata menarik, tempat ngopi asyik, dan beragam kuliner dengan harga terjangkau. Namun kendalanya adalah jarak dan kemacetan di Kota Yogyakarta, terutama saat musim liburan.

Untuk itu, saya akan merangkum dan menulis review singkat mengenai beberapa akomodasi pilihan kami, dari hotel di tengah kota hingga villa yang berada di luar Yogyakarta.


Omah Kemala, sebuah villa di Wonosari, Gunung Kidul
Baca Selanjutnya...

Omah Kemala Review: Where to Stay Near Goa Pindul


As a family traveller, it is very important to find a big accommodation in order to sleep properly, providing our Kiddos are getting taller and bigger:D We are going to spend one long weekend in Jogjakarta in this coming December, and I have spent hours to search hotel meeting our criteria for family of four. 

At last we decided to spend one night at Gunung Kidul, to be able to start our cave tubing in Goa Pindul early in the morning. And because I really enjoyed our one night stay at Omah Kemala, I have reserved another night at Omah Kemala with our family.

Omah Kemala is a villa using Limasan (Javanese house) located about 10 minutes ride to Goa Pindul. In the low season, the whole villa is IDR 800,000 for 8 person, including breakfast. And having stayed there before, I must say that the price is really worth it. And I am going to share with you my review on this beautiful villa.

This villa stands out at the area of Gunung Kidul
Picture was taken by @rea_thea
Baca Selanjutnya...

Mommies Day Out Trip to Goa Pindul Jogjakarta


I remember that day when suddenly after 20 years, I got a whatsapp message from Irbiq, my friend from high school saying that she was in Jakarta (she lives in Lombok). We met up, and few months after our meeting, we agreed to have a reunion trip to Jogjakarta.

Why Jogjakarta? Hmm, we are not going to do the "AADC2 trip" (the movie) kind of thing, but our friend Windy, owns a lovely villa near Goa Pindul Jogjakarta called Omah Kemala. So the idea of a reunion at Windy's place was the best idea that we could think of :)

I will make a separate review of Omah Kemala, but this time I'd like to share with you our mommies (existing mommies and mommies to be) day out trip to Goa Pindul Jogjakarta.  It was my first time exploring the place and I loved it!


We were about to end our Goa Pindul trip
Baca Selanjutnya...

Wisata Kuliner Jogjakarta: Mangut Lele Mbah Marto


Wisata kuliner di Jogjakarta memang enggak ada habisnya. Kali ini, saya ingin menulis mengenai satu tempat makan yang sangat unik di daerah bantul, dimana tamu mengambil makanan langsung dari dapur Mangut Lele Mba Marto.

Eeeh, serius dari dapur? Iyaaa!

Siang itu, sebetulnya kami baru saja makan di Sate Klathak Pak Pong yang super endess itu. Dua tusuk sate kambing dan satu piring tongseng yang kami bagi bertiga, rupanya masih menyisakan kesanggupan mencoba kuliner lain di Bantul.

Awalnya, kami ingin menikmati wisata kuliner Jogjakarta yang lain...

"Aku tuh penasaran sama Sambel Welut Pak Sabar!" teman saya Lala, memulai pembicaraan ketika kami meninggalkan Bandara Adi Sucipto dan berdiskusi mengenai makan siang. Kami akhirnya sepakat, hanya makan sedikit di Sate Klathak (ehm, akhirnya enggak sedikit juga sih:D) dan lanjut mencoba Sambal Welut Pak Sabar.

Sayang sekali setelah mencari lokasi Sambal Welut Pak Sabar sekitar 45 menit dan tidak kunjung berhasil, akhirnya kami menyerah dan ganti haluan ke Mangut Lele Mbah Marto.

Terletak di dalam sebuah gang kecil, tapi banyak banget yang makan disini loh
Baca Selanjutnya...

Jogjakarta's Culinary: Sate Klathak Pak Pong


I visited Jogjakarta  a while ago with my friend Lala (@oilala) and Dina (@dinavirgianti). We attended the launching of our book "Ransel Mini Keliling Dunia" at Gramedia Jogjakarta. But other than that, we would like to have a culinary tour around the lovely city.

Arriving at lunch time, we were confused what we should choose for our lunch. I really wanted to try food that I haven't tried before in Jogjakarta. Lucky me Lala knows all those must visit restaurants in Jogjakarta. She then introduced me to Sate (Satay) Klathak Pak Pong.


The restaurant seen from its parking place on its opposite

Baca Selanjutnya...

Jogjakarta in One Day: Our Mommies Day Out Trip


Lately, I made many short trips with my family and friends during weekend. Having limited days of leave from the office was the main reason, other will be to have "a me time" with my friends. And that what we did when we decided to explore Jogjakarta in one day.

Thanks to many flights from Jakarta's International Airport Soekarno Hatta to Jogjakarta. We left Jakarta at 06.00 am (Garuda Indonesia's first flight) and took the 09.00pm as our return flight.

During the day, what we did was mainly shopping and enjoying Jogjakarta's culinary. We stopped by at Ullen Sentalu museum, but did not join the tour until the end because of our time constraint. We ended our day at Epic Coffee, a very nice coffeeshop in Jogjakarta, my favourite so far.

Here's our Mommies Day Out Trip, from breakfast to dinner in Jogjakarta. Pssst, we made 10 stops in one day!



Baca Selanjutnya...

Epic Coffee Jogjakarta


I went to Epic Coffee Jogjakarta after seeing many pictures of this beautiful coffee shop on instagram. I love to visit coffee shops, because sitting in a cozy place and smelling the coffee is a really stress relief activity, well at least for me.

When my friend who was in charge to make the itinerary of our mommies dayout trip to Jogjakarta asked which places to visit, I requested Epic Coffee. We visited it before catching our flight back to Jakarta, on a rainy afternoon. The rain has made Epic Coffee even more romantic.

Love the romantic feel of Epic Coffee

Baca Selanjutnya...

Hotel Tentrem Yogyakarta, a Luxury and Kids Friendly Hotel


It was a nice surprise when my friend told me that our year end meeting of 2013 was going to be held in Yogyakarta. And I was super excited when I knew that Hotel Tentrem was finally chosen of the venue of our meeting, meaning that we were going to stay at this brand new hotel for two nights.

When I first saw the hotel from the outside, it didn't interest me, until I arrived at the lobby. I knew this hotel would be my fave hotel in Yogyakarta.


Welcome to Hotel Tentrem
Baca Selanjutnya...

Soragan Castle Mang Engking

Another visit to Mang Engking Seafood Resto, this time we visited their branch which called Soragan Castle. From the outside yes it looks like a castle. But inside, it still has their Sundanese touch. Compared to other branches, I might say this is more exclusive.



We ordered their speciality which is Grilled Shrimp with honey.





Other than that we have also ordered Crab and Fried Gurame Fish. The price is very affordable. For the four of us we had to pay around IDR 250.000.






Although Mang Engking has branches in Jakarta or even in Cibubur, we will always come to this resto everytime we visit Yogya :)





written on March 31, 2012
Baca Selanjutnya...

Royal Garden Restaurant

We were looking for a fine dining resto in Yogya through google on the last night of our new years vacation, ended up having dinner at Royal Garden Restaurant. This resto located in front of Alun-alun Yogya. Too bad that night was raining, so we had to eat inside. Actually this is not the kind of resto we were looking for, the resto is quite old, and seems not well maintained. We than asked the waiter for the recommended food.
We ordered their Royal Home Made Tofu for IDR 30,000, and for me it taste so weird.

Another food we ordered were Ikan Gurame ala Thai for IDR 70,000 and Capcay (mixed vegetables) for IDR 30,000. Both food taste good, especially the fish with thai sauce.

Our parents ordered a traditional drink called wedang secang (I have no idea how to translate it into english:p) for IDR 18,000.



After all it was a nice resto with good food, but this one time visit is enough.


written on March 7, 2011
Baca Selanjutnya...

Iga Sapi Bali Jogjakarta

This is a very unique food that we found accidentally in yogya, the Iga Sapi Bali (rib). We stayed in a budget hotel called Rumah Palagan and when we walked to a mini maart we found the billboard of Iga Sapi Bali which is only a walking distance from our hotel.

To reach this place, you got to find the street named Palagan Tentara Pelajar, than go straight until you pass the Hyatt, turn right after Pari-Pari (a seafood resto), and you'll find the billboard of the iga sapi bali, than turn left.

We took our parents there to try the Iga Sapi Bali. One portion cost IDR 30,000, we may choose to have the spicy one or the less spicy. All the spice made it a real special food.


Beside iga sapi bali, they have beef satay, five pieces for around IDR 20,000, which is my fave. I prefer to have this than the iga sapi.


If you are not into beef, than try the chicken. Rene tried "kecombrang" I coudn't explain what it is, you may see the picture below:p For me the chicken is too wet, I didn't like it.


The resto is also unique, it's an open concept resto where you can enjoy a small rice field at the back. That's why this resto is always full during lunch and dinner.



Published with Blogger-droid v1.6.7
Baca Selanjutnya...

Jimbaran Seafood Jogjakarta

Yesss the name of the resto is Jimbaran, but this seafood resto located in Yogyakarta, to be precised at Sleman area, just 5 minutes walk from Rumah Palagan, the guest house we were staying.

We visited this place in April 2010, and we must say that the place and the food is a perfect combination! The place is dominated by bamboo, and at the backyard, we can find ricefield, which made this place really peacefull. We can also choose the fresh seafood by ourseleves, and that time we only ate crab and their grilled fish.

The crab is so fresh, and taste real good. It cost around IDR 80,000 for the portion we ordered.



While the fish, as I am a grilled fish lover, I must say it is very delicious..of course with the spicy sambal which comes with the fish. The fish cost around IDR 50,000.




At the time this review is being posted, Yogyakarta suffers from the Merapi volcano erruption. We all pray for our brothers and sisters there, and hope that Yogya, our beloved city beside Bandung, will be recovered soon. Aminnn.. Be strong Yogya, we love you!


written on Nov 9, 2010


Published with Blogger-droid v1.6.7
Baca Selanjutnya...

Je Jamuran Jogjakarta

Bored with Gudeg or Soto while you’re in Yogyakarta? Try this place and I guarantee you’ll love it: Je Jamuran! Jamur means mushroom, so this restaurant serves nothing but mushroom! They grew the mushroom by themselves as you may seen in the back of this restaurant. Not only they sell the cooked food but also varieties of the fresh mushroom.

Located in Jalan Raya Magelang KM 10, if you’re heading to Borobudur from Yogyakarya through Jalan Raya Magelang, you will find the sign to this resto. So from Yogya, you still have to turn right and after 800 meter, you’ll find this resto on your left. This resto is dominated with wood, so everyone will feel homey inside this resto.

We had fried crispy mushroom, spicy mushroom bbq, mushroom satay and tongseng muashroom. I love the satay very much! It tastes like chicken believe it or not... the fired crispy mushroom was also soo crunchy, be careful with the spicy mushroom bbq, as it’ really hot!! I have never liked tongseng before, and I didn’t like the mushroom tongseng either. But however the taste is very unique!
All of the food and drinks listed on the menu are very cheap! For 10 pieces of satay, we only have to pay Rp 8,000... all the food range from Rp 7,000 to Rp 15,000. Very cheap for such a healthy food!

Two thumbs up for the owner of this place..for his idea..for the yummy food.. Heard that he’s a pension man and tried to open a business on his own. And when you come to this place and happened to meet the guy, you’ll agree with me that he looks very healthy and happy.. for sure he does his business with all of his passion! Hope when I pension someday, I will come up with a brilliant idea just like the owner of Je Jamuran.
Baca Selanjutnya...

Our New Years Vacation - Part 4 - the end

Day 4, 1 Januari 2009

Akhirnya tiba juga ke end of our liburan. Hari ini kita musti check out dan pulang. Rasanya males banget mikirin tar musti di jalan 10 jam lagi..hiks.. Apalagi mikirin musti kerja lagi..hehe.. Kita masih nyempetin renang paginya, biar najmi puas berenang di yogya. Sekitar jam10 pagi baru deh kita check out dan meluncur lagi ke bandung.

Seperti biasa kita berhenti berkali-kali, jam makan siang kita berhenti di daerah sebelum Kebumen, maaf nih lupa nama restonya.. Ga lupa kita juga menyempatkan minum dawet yang penjualnya berjejer di sepanjang jalan di daerah Banjarnegara. Ternyata kaya gitu ya rasanya dawet..agak mirip dengan es cendol bandung ya.

Terus pas jam makan sore kita udah nyampe ke Pringsewu lagi, dan kasih makan najmi di situ. Najmi sempet ikutan sulap loh..tuh liat, yang ada cuman kepala najmi doank, kemana badannya ya? hehe..

Kita ga makan di pringsewu, karena pengen nyobain yang namanya bakso SR di daerah Tasikmalaya. Sekita jam 7 malem kita pun nyampe di bakso SR. Pas banget tuh lagi ujan, terus kita makan bakso dengan kuah yang panas..mmm enak banget deh. Dulu bakso SR ini sempet buka di bandung, tapi ga tau kenapa ga bertahan lama. Padahal kalo liat di tasikmalaya ini sih rame banget, banyak bis pariwisata yang parkir. Ternyata jualannya ga cuman bakso, ada juga parasmanan dimana pengungjung tinggal pilih aja mau apa lauk untuk nasinya. Wah tau kaya gini tar lagi kalo ke jawa tengah, mendinganmakan di bakso SR deh daripada di Pringsewu. Dan satu hal lagi yang paling special, di bakso SR ini ada cireng yang menurut rene cireng terenak yang pernah rene makan.

Jam 10 malem kita nyampe di Bandung..langsung deh pada mandi, solat dan tidur. Untungnya baru masuk tgl 5 Jan, jadi masih ada waktu untuk istirahat dulu. Sampai ketemu dengan cerita liburan lainnya ya...
Baca Selanjutnya...

Our New Years Vacation - Part 3

Day 3, 31 Desember 2008

Pagi ini kita janjian pergi jam 5.30 karena kita berencana untuk mengunjungi borobudur. Akhirnya sih kita pergi jam 6 an, not so bad lah ya ngaretnya. Najmi belum bangun pagi itu, jadi kita langsung naikin ke mobil aja. Untuk makan pagi najmi, kita udah nyiapin air panas dan bawa havermut yang tinggal diseduh aja. Najmi tidur ga lama di mobil, sekitar jam 6.30 juga udah bangun..sibuk sekali hidupmu ya naj, bangun-bangun udah ada di mobil aja.

Pagi itu udaranya cerah, subuh tadi sempet ujan juga, tapi gak lama. Pas nyampe borobudur sekitar jam 7 an, di parkiran masih sepi, jadi kita bisa dapet tempat parkir mobil di deket gerbang masuk. Harga tiketnya seorang Rp 10.000, terus kalo bawa kamera harus bayar tiket kamera Rp 1.000. Tapi pas di pintu masuk pun ga diperiksa kok kita bawa kamera berapa.. Kita kemaren cuman bayar untuk yang beneran kamera aja, sementara kamera hp kita ga itung.

Jalan kaki dari gerbang menuju borobudurnya sendiri lumayan jauh dan agak naik ya jalannya, membuat bunda mulai ngos-ngosan. Tapi sebelum nyampe kita sempet foto dulu dengan menjadikan borobudur sebagai background.

Pas udah nyampe tangganya dan mau naik, neli memutuskan ga naik karena takut cape *secara neli itu kakanya mamah* jadi aja bunda mikir, naik ga ya karena saat itu bunda lagi hamil 5 bulan. Tapi Bismillahaja deh, sayang banget udah ke borobudur tapi ga naik kan. Mulai deh pendakian ke borobudur, kalo cape kita muterin dulu, ga langsung terus naik tangganya sampe atas. Biar najmi juga ga bosen digendong, dan biar bapap yang kebagian tugas gendong najmi bisa tarik nafas dulu hehe..

Yang kasian my brother kan matanya udah ga gitu liat lagi karena penyakit diabetes nya, jadi susah banget mau naik. Tapi emang liburan kali ini is dedicated untuk Aa my brother yang belum pernah ke yogya, dan is very excited dengan liburan ini, apalagi acara ke borobudur. Jadi dia tetep semangat naik walo kita aja agak ngeri ngliatnya, salut deh untuk semangat nya Aa.

Najmi sangat menikmati acara jalan-jalan ini, dia asik aja jalan di atas batu sambil sesekali megang relief nya. Awalnya najmi kita pakein rompi, dan berhubung mulai panas kita buka aja rompinya, setengah perjalanan bajunya udah basah aja *kata bapap sih kemungkinan baju najmi basah karena keringet bapap* jadilah kita istirah dulu untuk ganti baju najmi. Setiap kali ada patung, najmi suka banget.. pokoknya kalo ada patung yang menurut dia berbentuk kuda *walopun bukan kuda sebetulnya, tapi on his mind patung itu bisa ditunggangin*dia langsung deh minta naik dengan hebohnya.
Setelah berjalan sekian lama, sampe juga kita ke puncak borobudur. Alhamdulillah, tercapai juga cita cita Aa untuk sampe ke puncak borobudur.

Setelah sempat istirahat bentar, kita memutuskan untuk turun lagi karena matahari udah mulai ga bersahabat. Di perjalanan pulang ini kita dihadang oleh berbagai penjual oleh-oleh, mana pada maksa gitu lagi nawarin barangnya. Selesai lepas dari mereka, kita masih musti kelilingin pasar oleh-oleh, jalurnya bener-bener dibuat muter..jadi rasanya kok ga nyampe-nyampe ya ke mobil? Duh perut saya udah mulai kenceng dan sakit, pastinya ade kecapean ya udah naik borobudur. Begitu nyampe mobil rasanya udah lengket dan langsung nyalain ac, gantiin baju najmi, terus kita berdua sama sama minum deh pagi itu, najmi mimi susu ultra dan bunda minum kacang ijo buat ade.

Kita langsung pulang ke hotel, karena udah pesen breakfast untuk ready jam 10 pagi. Setelah makan kita berenang lagi, terus pada mandi dan bobo. Kayanya semua orang bener-bener kecapean jalan ke borobudur, baru pada bangun setelah jam makan siang lewat. Sesudah pada sholat, kita pergi cari makan, siang ini targetnya kita makan di restoran yang serba jamur, dengan nama Je Jamuran. Kebetulan nih beberapa minggu sebelum liburan, rene dapet tugas kantor ke yogya, dan rene diajak orang cabang makan di resto ini, and he said that I have to try the food. Dan betul aja, makanan nya enak banget..kita pesen sate jamur, tongseng jamur, jamur bakar pedes..mmm yummy banget deh. Saking impressive nya restoran ini, I will write it more detail in my resto review aja ya, apart dari tulisan mengenai liburan ini.

Setelah makan, kita pergi ke jalan KS Tubun untuk beli oleh-oleh. Kita sih parkirnya di bakpia 75, tapi beli bakpia nya sendiri di bakpia srikandi, karena katanya ini yang paling enak. Terus pas kita cobain ternyata bener loh, rasanya lain..enak deh. Dan harganya pun lebih murah dibandingkan bakpia 75. Di toko bakpia 75 sendiri saya sama sekalo ga beli bakpia, beli cemilan aja untuk oleh oleh dan untuk di jalan juga. Rene ama Bapa Af nongkrong di luar, eh taunya najmi juga ikutan nongkrong deh.

Udah selesai belanja, kita pulang ke hotel untuk berenang dan istirahat. Rencananya sih pengen malam taun baruan, ga tau dimana. Eh ternyata semua pada males jalan, jadi bunda ama bapap beli nasi bebek aja dibungkus untuk semuanya di jalann raya ga jauh dari hotel. Kita sih ga tau enak apa enggak, tapi Alhamdulillah enak looh ternyata. Sementara untuk najmi kita beli soto kudus, pokoknya selama ada yang kuah-kuah pasti najmi makan dengan lahap. Emang selera makan najmi luar biasa, saya bersyukur banget punya najmi yang ga pernah susah makan. Yaah..like father like son donk..

Setelah kenyang makan, jam 8 malem gitu kita udah tidur. Please deh padahal itu kan malem taun baru..hehe.. Ga tau deh kamar yang laen gimana, kalo kita sih cuman kebangun pas jam 12 itu juga karena denger petasan gede-gede. Kayanya dari hotel Hyatt yang lokasinya di belakang hotel rumah mertua.
Baca Selanjutnya...