Weekend di Bangkok 3 Hari 2 Malam: Mommies Day Out Trip Hingga ke Santorini Park


Tulisan tentang Hokkaido Trip kami sebetulnya belum selesai, tapi mari kita meilipir sedikit ke Bangkok ya. Setiap tahun, saya mengadakan Mommies Day Out Trip ke Bangkok. Silahkan lihat rangkaian post nya disini. Tidak terasa sudah dari tahun 2014 ternyata:D

Tahun 2017 ini saya mengajak teman-teman kantor, dan teman-teman saya. Tiba-tiba aja sudah 18 orang mendaftar. Jadi maaf ya belum buka untuk umum, kuota naik van sudah penuh. Ada yang tanya di instagram, "Kok enggak ada woro-woro nya sih?". Aduh..aduh.. maaf..

Mommies day out trip ke Bangkok ala tesyasblog saya buat dengan misi sederhana: saya ingin memberikan pengalaman kepada teman-teman khususnya para mommies untuk menjadi independent traveller. As simple as mau ngajakin para mommies untuk menginap di dorm hostel, keliling pasar dan mall di Bangkok untuk belanja, dan tambahan untuk tahun 2017 adalah foto-foto di Santorini Park.

Intinya kami melakukan hal-hal yang mungkin kalau mommies ngajak para suami hanya dibalas dengan emoticon nyengir di whatsapp. Hmm, itu mah mr.husband sih. Hahahaha.. Entah kenapa mr.husband tidak pernah mau lagi saja ajak ke Bangkok. Katanya cukup sekali saja kesana. Hadeh!  

Tim kami terbagi dua: tim belanja dan tim Santorini. Ada yang menginap dua malam dan juga tiga malam. Saya akan ceritakan dengan seksama tim Santorini, dimana saya menjadi bagian di dalamnya.  


We were so ready :)


Tiket Pesawat Murah Dari Jakarta ke Bangkok Dengan Air Asia

Teman kantor saya Amel, yang adalah team administrasi sekaligus bendaraha yang handal pada trip ini, merupakan orang yang pertama saya ajak untuk pergi ke Bangkok pada satu-satunya long weekend dari kantor saya. Dimana kami officially libur hari Senin. Horeee..

Amel mengajak teman-temannya, tidak tanggung-tanggung sih 9 orang mendaftar (di luar saya dan Amel). Keren ya Amel! Selanjutnya saya mengajak teman-teman saya: 7 orang mendaftar. Pada akhirnya ada dua orang yang batal berangkat, sehingga total tim menjadi 16 orang.

Kami pun membeli tiket PP: pergi Sabtu sore dan pulang Senin sore, dengan harga PP sebelum bagasi Rp 1.6 juta setelah pajak. Idealnya pergi Sabtu pagi sih ya, sayangnya tidak ada harga promo untuk keberangkatan pagi hari. Harga Rp 1,6 juta untuk weekend udah lumayan banget sih, fyi harga tiket pesawat Jakarta ke Bangkok untuk akhir pekan, normalnya sekitar Rp 3 juta.

Tiket kami beli sekitar bulan Oktober 2016, dan sejak saat itu kami menabung Rp 200.000 per bulan untuk biaya selama di Bangkok.


Dari Don Mueang Airport ke Kota Bangkok Dengan Bus A1 dan BTS

Singkat cerita, kami tiba di Bangkok hari Sabtu malam sekitar jam 8. Setelah proses imigrasi sekitar 1 jam (lama yaa..), kami pun keluar bandara dan langsung menuju halte bus A1 dan A2.

Saya sendiri belum pernah naik bus A1 ini, namun seringkali melihat bus tersebut lewat saat kami menunggu van menjemput kami di bandara pada Mommies Day Out trip ke Bangkok sebelumnya. Jadi saya pikir tidak ada salahnya mencoba. Toh saya sudah kebayang Mo Chit BTS Station, karena pernah kesana sebelumnya.

FYI, bus A1 dapat digunakan sebagai shuttle dari bandara Don Mueang ke BTS station terdekat yaitu Mo Chit. Dari Mo Chit, tinggal naik kereta ke kota. Kebetulan hostel kami berada di dekat National Stadium BTS.


Suasana di dalam bus A1



Biaya naik bus ini THB30 per orang, dan asiknya penjemputan pertama adalah International Terminal, sehingga ketika kami naik, bus masih kosong melompong. Sejurus kemudian sih setelah bus keliling ke terminal lain menjadi penuh, bahkan ada yang berdiri. 

Kami sampaikan kepada petugas bus bahwa kami akan berhenti di Mo Chit. Ia tidak berkata apa-apa, hanya mengangguk. Saat bus turun dari tol dan ia mengatakan sesuatu dalam bahasa Thailand, teman-teman menoleh ke arah saya. Refleks saya bilang, "Eh aku juga enggak ngerti dia bilang apa" hahahaha..

Rombongan kami disambut hujan di halte bus Mo Chit. Kami PD saja turun di bus stop tersebut karena kebanyakan penumpang juga turun. Sebelumnya memang kami mendengar ada kata "Mo Chit" disampaikan oleh petugas bus. Hmmm, jadi jangan takut kalau tidak bisa bahasa Thailand, kami aja enggak nyasar kok. Kuncinya adalah percaya diri, toh kalau nyasar rame-rame! Hahaha.

"Aduh ujan nih" saya berkata mulai khawatir. Karena kami harus jalan kaki dari bus stop ke stasiun kereta Mo Chit. Untungnya sudah tidak terlalu deras saat kami turun, tapi tetep aja basah sih.

Tiba di BTS station, rempong lah kami menukarkan koin, dan membeli tiket di mesin seharga THB42. Well, it is part of the experience. Termasuk ketika saya hampir terjepit di pintu masuk menuju stasiun BTS! Ceritanya saat saya memasukan tiket, saya biarkan koper kesayangan masuk duluan, dan setelah itu pintu gate tertutup. Akhirnya saya dipersilahkan masuk lewat emergency gate. Enggak sakit sih, cuman malu aja:D


Membeli tiket di stasiun BTS Mo Chit




Dari Mo CHit BTS Station, saya pikir kami tidak perlu berganti kereta untuk menuju National Stadium BTS Station, tapi teman saya Bu H mengingatkan saya, "Mba Tes, ini kayanya harus turun deh!" Kacau banget ya saya ini, bawa rombongan, kelakuan kaya gini:D 

Langsung saya melihat rute di kereta, ealah iya harus keluar. Jadi hebohlah kami 14 orang dengan koper kabin ini keluar. Kenapa 14? Karena dua orang teman saya, Gita dan Wulan, naik taksi ke hostel. Kedua mommies ini membawa koper yang lebih besar soalnya dari Jakarta:D

Setibanya di National Stadium, teman-teman sepakat jalan kaki ke hostel. Google map memberikan informasi bahwa jarak dari National Stadium ke hostel adalah 8 menit jalan kaki. 

Apakah saya sudah pernah jalan kaki di area ini? Tentu saja belum. Tapi sebelum berangkat saya sudah melihat street view di google map. Jadi sudah kebayang jalannya seperti apa, harus belok dimana, dan area hostel seperti apa.

Di tengah kegelapan malam, di bawah rintik hujan, kami berjalan ber 14 menggeret koper cabin size. Kayanya sih semua cape waktu sampe hostel, karena kami langsung menyerbu minuman di Sevel yang berlokasi di depan hostel. It was a night to remember!


Menginap di Cubic Bangkok Hostel

"Mba Tes pernah menginap di hostel kita nanti?" tanya Mba Indah, peserta dari Surabaya. Saya jawab "belum" dengan santainya:D Saya memang sengaja mencoba hostel yang berbeda setiap kali ke Bangkok. Tahun sebelumnya saya membawa rombongan menginap di Luz Hostel. Kali ini saya memesan kamar di Cubic Bangkok Hostel.

Website favorit saya booking[dot]com membawa saya berkenalan dengan Cubic. Sewaktu memesan, saya cek dulu street view untuk memastikan van bisa lewat depan hostel. Ternyata hostelnya berada di pinggir jalan raya. Keren! Dan yang membuat saya menekan tombol "booking" adalah karena ada hiasan sepeda di depan hostel:D Seandainya teman-teman saya yang 16 orang itu tau alasan ini hahahaha..

Alhamdulillah, hostel ini pelayanannya top banget deh. Common area nya juga besar, cocok untuk rombongan kami yang berisik. Lantai female dan male terpisah, kamarnya besar, shared bathroom nya bersih, free breakfast nya enak dan berada di depan Seven Eleven. Tidak sulit mencari makanan, cemilan (sosis!) dan susu strawberry dari Meiji favorit saya.

Kata teman saya Yadi, "Mba, aku puas banget deh di Cubic. Setiap hari ditanyain, jadwal hari ini kemana?" Cieee Yadi, seneng banget yah ada yang perhatian:D Tapi memang betul, staffnya really helpful and friendly.

Nanti saya review terpisah Cubic Bangkok Hostel ini ya.  


Makan pagi di Cubic Bangkok Hostel
Penampakan Sevel dari Cubic
Sosis halal favorit kami semua yang dibeli di Sevel, harga THB36




Sewa Van di Bangkok dan Perjalanan ke Hua Hin

Hari Minggu pagi, van yang kami sewa dari Mr.Tanoo datang ke hostel menjemput kami. Satu van dibawa sendiri oleh Mr.Tanoo, sudah saya request agar Mr.Tanoo mengantar teman-teman "tim belanja" saja. Sementara itu, kami "tim Santorini" diantar oleh Mr.Panom who speaks really good English.

Hari Minggu pagi, tim terpecah dua, dan saya memulai perjalanan dengan mengunjungi Damnoen Saduak Floating Market.


Rombongan kami dijemput dua van





Pengalaman Naik Perahu Di Damnoen Saduak Floating Market

Ke Bangkok itu haruslah kita playing tourist di salah satu floating market. Saya dan mr.husband sudah pernah ke Damnoen Saduak Floating Market pada tahun 2011. Waktu saya cerita ke mr.husband bahwa kami akan ke Damnoen Saduak, ia berkata, "Gila juga ya dulu kita niat bener naik bus!" Memang niat dan adventurous banget, pergi dari hotel subuh ke terminal bus. Lalu dibantu turis lokal untuk mendapatkan perahu yang murah. Baca cerita lengkapnya disini ya.

6 tahun kemudian saya kembali, tapi kali ini naik van dari Bangkok. Ini antara malas atau udah enggak terlalu pelit tipis bedanya. Tapi the more the merrier, asyiknya kalau pergi rame-rame, biaya transportasi dan perahu bisa dibagi.

Kami tiba sekitar jam 09.30 di salah satu long tail boat provider. Kami ber-6 membayar THB1,500 untuk naik perahu selama 1,5 jam. Pertama kami melewati desa dan melihat bagaimana rumah orang-orang di sana. Lalu kami mulai masuk ke area para penjual barang di pinggir sungai, sebelum akhirnya kami diharuskan turun dan masuk ke Coconut Farm selama 10 menit.


Perahu yang bersiap menyambut para tamu
Mommies cantik naik perahu :)
Pemandangan di area perkampungan sungai
Berhenti sejenak di sini
Di dalam Coconut Sugar Farm


Kemudian kami tiba di area big market, yang sebetulnya kecil sih tapi banyak banget perahu di sana hahaha. Ya kami benar-benar jadi turis yang terjebak macet di Damnoen Saduak!

Amazing banget bagaimana semua perahu yang numplek plek di kemacetan itu, bisa loh jalan sedikit-sedikit, termasuk perahu kami. Berkali-kali terdengar ibu-ibu tua yang mendayung perahu marah karena perahunya ditabrak, atau saat perahunya tidak diberi jalan untuk lewat. Udah kaya macet di jalan Transyogi Cibubur ini mah!


Maju kena mundur kena di tengah sungai
Pasar di pinggir sungai juga dipenuhi turis



Harga makanan, minuman, jajanan, dan barang-barang di pasar ini lebih mahal daripada di Bangkok. Tapi ya udahlah, kan itung-itung bayar ongkos dayung, ya kan? Saya sempat membeli coconut pancake dan buah mangga potong. Jadi di tengah kemacetan, kami sibuk makan:D

Walaupun playing tourist, namun Damnoen Saduak ini menyadarkan saya betapa jagonya Thailand menjual their tourism. Saya pernah mengunjungi Lok Baintan Floating Market di Banjarmasin, enggak ada tuh turis sebanyak ini (: Ayo ah Indonesia, kita pasti bisa! 



Makan Siang di Rest Area Menuju Hua Hin

"Have you had your lunch?" Mr.Panom bertanya kepada kami, saat van meninggalkan Damnoen Saduak Floating Market. Akhirnya kami sepakat berhenti sebentar di rest area. "It will take 30 minutes from here" Mr.Panom melanjutkan.


Dan kami pun tiba di rest area, yang mirip rest area di jalan tol Cikampek atau Cipularang. Bedanya, tidak ada Starbucks:p Kami mengatakan kepada Mr.Panom bahwa kami hanya akan berhenti 30 menit. Namun karena menemukan beberapa tempat makanan halal, dan teman saya Bu H membeli kacamata hitam yang hilang entah dimana, akhirnya kami berhenti untuk makan siang dan sedikit belanja selama 45 menit. Namanya juga mommies, nemu tempat makanan halal berupa gorengan aja udah girang dan lupa waktu :)


Yeay gorengan!
Di warung makan halal ini, kami membeli mie kuah seharga THB50
Rasanya agak manis, jelas lebih enak Indomi kuah



Venezia Ala-Ala Di Hua Hin

Setelah perut kenyang, semua terlelap di dalam van, hingga satu jam kemudian kami tiba di Venezia. Kami sepakat hanya foto-foto di depan Venezia, namun ternyata tidak bisa, kami harus masuk ke dalam dan membayar tiket THB180 per orang. 

Ada juga tiket terusan seharga THB280 untuk masuk ke beberapa atraksi, namun waktu kami terbatas. Sehingga kami hanya membeli tiket masuk saja.

Dengan niat hanya sebentar di Venezia, lagi-lagi kami molor karena urusan foto-foto dan ngopi cantik. Yah gitu deh hehehe.

Worth it enggak mengunjungi Venezia di Hua Hin? Ada perasaan tertipu pada awalnya, karena tempat ini kok sepi pengunjung. Malah saya berasa sedang berada di Kota Wisata Cibubur hehe. Tapi semakin ke dalam, spot foto semakin ok. Tempat ngopi bernama The Bakery Factory juga lucu, banyak spot cakep untuk berfoto di dalam cafe tersebut.


Ada gondola seperti di Venezia
Cakep ya, walaupun payungnya seperti di Jalan Braga Bandung:D
Coffeeshop yang lucu :)
Candid yang berhasil:D
My Ice Coffee Latte, foto oleh tante @wulanmaya




Santorini Park Hua Hin, Sebelum Santorini Yang Sesungguhnya

Karena Santorini yang sungguhnya ada di Yunani, dan masih menempati my no.1 bucketlist, kami mengunjungi Santorini Park dulu saja deh di Hua Hin, Thailand.

Kami tiba sekitar jam 4 sore, membayar tiket masuk seharga THB150 dan langsung deh foto-foto. Udara yang mendung sore itu membuat foto kami kurang dramatis, tapi berubah jadi romantis :) Eaaaa apa sihhh..


Sedia payung sebelum hujan
Di semua penjuru asik buat foto-foto :)
Tim Santorini
Souvenir shop di Santorini Park
Next time, nginep disini aja apa ya..




Lalu saya mengajak teman-teman masuk ke Miffy's Garden Cafe. Pada tau kan boneka Miffy? Kelinci yang lucu itu loh, yang juga jadi icon nya KLM. Bedanya Miffy versi KLM menggunakan baju warna orange

Asiknya teman-teman tim Santorini ini mau aja setiap saya ajak. Enggak tau juga sih kalau mereka terpaksa menemani saya:p Tapi mudah-mudahan sih enggak kecewa karena kami makan Mango Sticky Rice terlezat dan termahal yang pernah saya coba selama ini. THB250 untuk satu porsi yang kami bagi enam. Pesan makanan cuma satu porsi, kemudian lama foto-foto di dalam cafe, sambil menunggu hujan reda:D


So cute!
Tante @gitatuit kalau difoto gayanya asyik deh, saya iri:D
Pic taken by tante @wulanmaya dengan iphone yg heits.
This is it, the mango sticky rice:)




Makan Mango Tango & Belanja Di Asiatique

Asiatique adalah salah satu tempat di Bangkok yang tidak pernah saya lewatkan. Suka aja sama suasananya, gemerlap lampunya, belanjanya dan Mango Tango. Baca review saya disini mengenai Asiatique.

Pulang dari Santorini, Mr.Panom mengarahkan van langsung ke Asiatique. Kami sampaikan untuk di drop saja disana, dan kami berencana pulang naik river taxi ke hostel. Sekitar jam 20.30 kami tiba di Asiatique, sebetulnya rombongan yang lain, "tim belanja" pun ada di tempat yang sama, namun kami tidak berhasil berjumpa. Jadi saya upload foto "tim belanja" di Asiatique.

Kami belanja di tempat souvenirs termurah di Bangkok (bahkan lebih murah dari Chatuchak) yang ada di Asiatique bernama toko Kon Fai. Keren deh uang rupiah juga diterima di toko ini, bahkan kembalian uang kecil lembar Rp 2.000 saja ada.

Untuk menemukan toko Kon Fai, teman-teman cari saja KFC di Asiatique. Dari KFC jalan lurus ke arah river front. Toko Kon Fai ada di sisi kiri, tidak jauh dari KFC. 

Setelah belanja, kami istirahat sambil ngemil mango sticky rice di Mango Tango. Tidak lupa saya memesan mango juice favorit saya di Mango Tango seharga THB85. Heaven!


Tim belanja di Asiatique :)
Kalap belanja oleh-oleh di toko Kon Fai
Di dalam toko Kon Fai
Setelah belanja, ngemil dulu di Mango Tango
Pesanan saya di Mango Tango, semuanya sekitar THB190:
mango juice dan mango sticky rice with mango ice cream.



Drama Malam Itu: Pesawat Air Asia Kami Dibatalkan!

Nah, sewaktu kami meninggalkan Asiatique, Mba Euis mengirimkan WA di group yang berisi SMS dari Air Asia mengenai pembatalan pesawat pulang kami! Seharusnya jadwal kami adalah 17.20, dibatalkan dan digeser menjadi jam 19.45.

Sebetulnya enggak apa-apa sih, tapi ya itu, saya akan sampai rumah jam 2 pagi, dan besok harinya jam 5 subuh sudah harus jalan ke kantor. 

Malam itu, kami meeting di kamar hostel Lisa yang berisi rombongan kami semua. Dan dengan bantuan teman di Jakarta, Meme, 5 dari 10 orang dipindahkan jadwalnya ke jam 11.15. Sementara itu 5 orang lagi terpaksa pulang jam 19.45 karena seat sudah habis.

Jadi, selain repot mengurus pindah jadwal, kami juga packing, menimbang koper, membeli tambahan bagasi yang diperlukan, dan melakukan web check-in. Hebatnya, selesai urusan sekitar jam 12, masih ada tim yang mencari makan malam keluar hotel! Saya terus terang kagum dengan stamina teman-teman yang saja ajak jalan kali ini. Gilaaaa enggak ada capenya! Tapi asyik banget jalan dengan mereka, berasa muda kembali ahahahaha..

***

Bangkok selalu bikin kangen. Ah saya sih gitu, Singapura juga dibilang selalu bikin kangen. Jepang juga hahaha..

Tapi seriously, Bangkok itu punya daya tarik tersendiri loh, jajanannya, belanjanya, transportasinya gampang, orangnya ramah-ramah pula.

Sudah banyak yang daftar untuk trip ke Bangkok selanjutnya, tapi kalau ditanya kapan, saya belum bisa jawab. Hmmm bentar ya saya nyari cuti dulu #persoalan.  Saya ingin kembali lagi ke Santorini Park, ingin foto-foto di Choc Ville, dan makan Tom Yum di Saman Islam, Chatuchak Market. Who is coming with me next time?



Meanwhile, I would like to thank my friends who joined the Bangkok Mommies Day Out Trip 2107. You guys are awesome :)


Punya juga saya foto ber-15 di common area Cubic Bangkok Hostel


Dan saya suka banget sama posting Amel teman saya, di FB nya saat kami pulang:





written on August 11, 2017
Follow our twitter & instagram: @tesyasblog
Like our FB fanpage: Tesyasblog
See our video on youtube: Tesya Sophianti



Related Post:
Tulisan tentang Bangkok bisa dibaca di sini.

10 comments:

  1. Gueee...ngacung! Yuks..😄

    -RWI

    ReplyDelete
  2. Me.. Me.. Me!.. Count me in for the next trip mba Tesya☝

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha nanti kita buat setelah ke Jepang ya Mba Utet:)

      Delete
  3. Yaampun, lucu banget kak bikin acara Mommies Day Out Trip! Aku baru tau loh kalo ternyata tiap tahun kak Tesya bikin acara itu.
    Kebayang pasti para mommies langsung seru-seruan bareng mumpung merdeka dari suami dan anak! :P :P

    Btw aku baru pertama kali ke Bangkok bulan lalu, dan ternyata mirip Jakarta banget yah hihi. Tapi kemarin aku ga ke Santorini Park. Pingin ih next trip! Cantik amat kalau liat di foto <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Sharon, iya aku liat IG mu waktu ke BKK, aduh seru banget ya:)
      Sama ada satu lagi Sharon, yang desa Italia, namanya Khao Yai. Next time aku pengin kesana:)

      Delete
  4. Mba tesya ngacungg...next trip yaa,masukin ke list 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaap, tapi ini enggak ada namanya (:

      Delete
  5. mba tesya salam kenal aq ikutan dong kalo ada mommies day out trip lagi tahun depan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Febby, aku Feb 2018 mau ke Kyoto Osaka sama para mommies, mau ikutan? Ayo email aja ke tesyas.blog@gmail.com ya :)

      Delete