Mengunjungi Topkapi Palace Istanbul


Saya harus memulai posting ini dengan menulis: inilah tempat di Istanbul yang paling berkesan untuk saya. Sebelum mengunjungi Topkapi Palace, saya sudah riset mengenai koleksi barang berharga yang ada di sana. Tentunya yang sangat ingin kami lihat adalah pedang Nabi Muhammad SAW. Dan saat saya melihat sendiri pedang tersebut, Subhanallah, saya sangat rindu kepada Rasulullah SAW. Tidak terasa air mata pun menetes. 

Topkapi Palace merupakan sebuah istana di atas bukit yang dibangun atas perintah Sultan Mehmed II, dan menjadi kediaman resmi Sultan Utsmaniyah selama lebih dari 600 tahun.

In front of Babusselam Gate


Kami menghabiskan waktu setengah hari untuk melihat semua koleksi peninggalan sejarah di Topkapi Palace. Dan karena saya sangat menyukai tempat ini, posting mengenai Topkapi akan dipenuhi banyak foto. Setiap sudut di Topkapi Place terlalu indah untuk tidak diabadikan:)


Tiba di Topkapi Palace

Dari apartemen Airbnb di Istanbul, kami naik taksi ke Topkapi Palace. Sebetulnya bisa juga naik tram dari Sultan Ahmet, turun di Gulhane Station. Namun karena udara yang sangat terik, membuat saya menyerah dan memanggil taksi. 

Turun di depan Gulhane Park, kami melihat jalan berbatu nan menanjak menuju Topkapi. Perasaan mulai enggak enak nih:D

Alhamdulillah kami melihat sebuah shuttle kecil yang mendekati gerbang. Saya pun mendekati Pak Supir, "Can we use this for my parents and kids?". Sebetulnya modus juga, supirnya ganteng, jadi saya yang nanya hehehe. 

"Sure" jawabnya singkat. Akhirnya Kiddos dan kakek neneknya naik free shuttle, sementara saya dan mr.husband jalan kaki.

You can use this free shuttle if you are going up to Topkapi Palace from Gulhane Park 
The road leading to the palace


Sementara itu, saya berjalan dan melewati Istanbul Arkeoloji Muzeleri. "Nanti pulangnya ke sini ya, udah termasuk di Istanbul Pass kok" saya mengajak mr.husband. Istanbul Pass merupakan tiket diskon museum yang sudah kami beli, dan mencakup banyak sekali museum di Istanbul.

Namun apa daya, walaupun sewaktu pulang kami kembali melewati museum arkeologi ini, kedua Kiddos cape dan ingin kembali ke apartemen. Ya sudah, kami foto gerbangnya saja deh. Begitulah traveling dengan anak harus selalu siap dengan Plan B.

Passing Istanbul Archeological Musuem on the way to Topkapi Palace
The entrance to the museum, free for Istanbul Pass holder


Setelah jalan kaki 10 menit, kami semua bertemu kembali di bagian taman depan sebelum memasuki gerbang Topkapi Palace. Taman terlihat sangat hijau dan bersih. Dua orang penjaga sedang keliling menggunakan kuda di area taman, sementara itu Papap Mamah saya, asyik foto-foto hehehe..

The horses look so healthy!
Taking picture session at the park:)
Cleaning up the fallen leaves


Tiket Masuk ke Topkapi Palace

Pada kondisi normal, seharusnya terlihat antrean yang panjang untuk membeli tiket masuk. Namun kami berkunjung pada bulan Ramadhan, dan kondisi keamanan di Istanbul sedang tidak kondusif. Mungkin karena itu, sama sekali tidak ada antrean di loket penjual tiket masuk.

Ticket counters at Topkapi Palace with no queue at all!


Jika nanti kondisi kembali normal, saya sarankan belilah Istanbul Pass sebelum berkunjung ke Topkapi Palace, agar tidak perlu antre tiket. Dengan TL85, teman-teman bisa berkunjung ke banyak museum. Sementara jika hanya membeli tiket untuk masuk ke Topkapi Palace, harganya TL40. Tiket untuk anak-anak di bawah 12 tahun, gratis.

Setelah membeli tiket, masuklah ke gerbang utama untuk melalui security check. Sama sekali tidak ada antrean ketika kami memasukan barang bawaan ke dalam mesin x-ray. Padahal dari review yang saya baca mengenai kunjungan ke Topkapi Palace, cerita mengenai antrean lumayan horor!


Peta Topkapi Palace

Yup, sebelum saya cerita lebih lanjut, kita lihat dulu peta Topkapi Palace yang saya ambil dari website-nya ya.



Topkapi Palace is divided into 4 Courtyards


Pintu warna pink adalah Babusselam Gate, dan mari kita lihat seperti apa di dalamnya melalui foto-foto yang majority diambil oleh mr.husband.


Masuk ke Second Courtyard Melalui Babusselam Gate

Setelah melewati area security check, kami masuk dan mendapati taman yang rindang, bikin betah deh! Walaupun udara sangat panas, pohon-pohon yang ada di area "Second Courtyard ini, betul-betul penyelamat.


Beautiful trees and surroundings! 



Kami mulai eksplor area "Outer Treasury" yang di sebelahnya terdapat ruang kecil yang memamerkan koleksi jam. Sayangnya setiap kali memasuki ruangan, kamera tidak boleh dipergunakan.


The "Outer Treasury"

The Harem

Di bagian kiri gedung The Outer Treasury, terdapat area Harem, yang tiketnya sudah termasuk di dalam Istanbul Pass. Untuk kedua Kiddos, kami harus membeli tiket seharga TL25 per anak.


Harem merupakan daerah tempat tinggal Sultan dan keluarganya. Berkali-kali saya menahan nafas menatap setiap detail yang ada di tembok dan langit-langit. Saya terpesona. Alhamdulillah pengunjung diperbolehkan mengambil gambar di Harem. Please take a look.

Jika berkunjung ke Topkapi Palace, jangan lupa untuk memasukan agenda mengunjungi Harem ya. Tempat ini terlalu indah untuk dilewatkan.


Look at those beautiful tiles!
Inside the Harem




Di luar area Harem, terdapat tempat terbuka yang juga dilengkapi dengan sebuah kolam. Dari tempat ini, Sultan bisa melihat keindahan kota Istanbul, dengan Galata Tower terlihat dari kejauhan. Keren banget deh view-nya!


The open space at Harem
It was supposed to be a fish pond, but there were no enough water when we visited Harem 
The view from outside area of Harem.



The Third Courtyard of Topkapi Palace

Setelah puas melihat koleksi di Second Courtyard, kami kembali memasuki gerbang berikutnya yang bernama "Babussaade Gate". Once we were in, kita akan langsung bertemu dengan bangunan cantik lainnya di sekitar gerbang Babussaade. Dimana-mana terlihat tulisan kaligrafi Islam, yang sangat terawat. 


View from Babussaade Gate to the Second Courtyard
After passing the Babussade Gate
"The Chambers of Petition"


Konsep Topkapi Palace ini memang gerbang berlapis dimana selalu terdapat taman di antara kedua gerbang. Setelah melewati The Chambers of Petition, kami disambut taman yang sangat indah, dilengkapi dengan air mancur di tengah taman.

Di gedung belakang taman ini merupakan tempat barang-barang Nabi Muhammad SAW disimpan. Ruangannya disebut "Chambers of the Sacred Relics". 

Sekali lagi review yang kami baca tidak terbukti. Biasanya untuk memasuki ruangan tersebut, pengunjung harus antre panjang. Alhamdulillah, kami tidak perlu antre sama sekali.


Chamber of The Sacred Relics at the background


Harum parfum Arab menyeruak di ruangan yang dijaga ketat ini. Di dalam ruangan ada seorang Bapak yang terus melantunkan ayat-ayat suci Al Quran. Subhanallah.. Membuat suasana semakin syahdu.

Dulu, sewaktu naik haji di tahun 2003, saya merasakan kerinduan teramat dalam kepada Nabi Muhammad SAW saat sholat ataupun menunggu Ibu saya sholat di Masjid Madinnah. Seperti teman-teman ketahui, makam Nabi Muhammad SAW berada di dalam Masjid Madinnah.

Berada di dekat barang-barang yang dulunya dipakai Nabi Muhammad SAW (di antaranya pedang dan cetakan telapak kaki), membuat perasaan rindu kembali membuncah. Semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.


Heading to the Chambers of Sacred Relics



Entering The Forth Courtyard of Topkapi Palace

Kalau kembali ke peta di atas, teman-teman bisa lihat bahwa bagian paling luar dari Topkapi Palace adatah The Fourth Courtyard. Kami melewati sebuah lorong kecil, kemudian tiba di bagian Topkapi Place yang menghadap Bhosporus Strait.


Let's see another surprise
In April, the flowers around Topkapi Palace will be tulips!


The view was just so breathtaking! Kami turun ke bawah ke area cafe yang menyediakan makan siang. Namun karena masih bulan Ramadhan, hanya kedua Kiddos yang membeli eskrim di area cafe ini.


Kiddos#2 going to the cafe area 
What a beautiful setting!
Look at those yummy food!
Down on the right is the Turkish Pide (pizza)


Kami puas foto-foto di area cafe ini, walaupun panas menyengat:D Memang betul apa yang saya baca di buku Lonely Planet Istanbul Pocket Book: do not miss the cafe area.







Setelah selesai menjelajah seluruh area Topkapi Palace, kami pun memutuskan untuk pulang karena siang hari matahari terasa lebih panas lagi. 

Kedua Kiddos sangat menikmati koleksi baju perang, senjata dan pedang yang ada di Topkapi Palace. Mereka sangat bersemangat keluar masuk ruangan dan mengajak kami mendekat ke etalase yang menurut mereka sangat menarik.

Topkapi Palace is a place for the whole family. And yes, this is the highlight of my visit to Istanbul.


Leaving Topkapi Palace


written on August 15, 2016 by @tesyasblog



Previous Post:
Sholat di Little Hagia Sophia Mosque


Related Post:

18 comments:

  1. Wow, dalemnya Harem cantik bangetttt!! <3 <3 <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak Timo, jadi ngebayangin gimana tinggal disana.

      Delete
  2. aghhhhh aku ga ke cafenya dulu ituuu... waktu k topkapi dulu, kita jg ga nemuin antrean panjang mbak ;).. semuanya normal lah, walo rame tp ga bikin crowded gimana gitu.. masih bisa tenang memperhatikan semua brg2 yg dipajang.. tempat yg paling aku suka tapi yg bagian menghadap selat bosphorus.. mana lg musim gugur, jd sejuuk bgt berdiri di atas :).. jd kgn ih ama istanbul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga ini milihin fotonya berat banget, kangen ama Istanbul Fan!
      Tapi seneng udah mulai banyak yang email nanya2 Istanbul, semoga jadi banyak lagi yang berkunjung ke sana.

      Wah pas kamu kesana juga ga antre ya, syukurlah:)

      Delete
  3. Cantik banget kalo liat dr foto2nya... Tambah pengen ke Turki :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuk Mbak nanti udah lahiran ya, gimana kalo kita mommies day out ke Turki? Hahaha.. Gpp kan ya, mimpi dulu aja:D

      Delete
  4. Aaaaakk kangen Turki, kangen Istanbul! Aku kesana pas winter mba, Desember 2014. Semua berasa beku.. hahaha. Ngga sempet nyobain duduk di cafe yg menghadap ke Bosphorus itu siy :(. Tapi Topkapi memang luar biasa, ya :). Sayangnya ngga bebas foto2in peninggalan2 itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba...aduh aku pengen banget kesana pas winter.
      Iya, betah banget ya di Topkapi itu..

      Delete
  5. Thank mba..Insha Allah bulan Oktober ini aku ke Jerman dan transit di Turki selama 12 jam. Kira-kira berapa lama ya mba menghabiskan waktu di Topkapi agar bisa melihat semua bagiannya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Dea, asyiknya mau ke Turki. Kayanya 2 jam bisa kok Mba, atau maksimal 3 jam. Have fun ya..

      Delete
  6. kak Tesya kayaknya sering banget ajak anak jln2 ya? pergi jauh gini kan harus ijin minimal 3 hari tuh, bahkan bisa lebih dari sminggu. ijin skolahnya gimana kak? soalnya aku juga sering bawa anak jln2, cuma bingung ijin ke guru alasannya gimana? bagi tips dong... nggak seru nih kalo pergi tanpa anak ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai juga Kak, kami pergi pas libur panjang lebaran ini ke Turkinya, jadi kedua Kiddos enggak ijin dari sekolah karena memang mereka libur. Aku waktu mereka TK masih suka ijin untuk libur, kalau skrg udah SD kelas 4, aku enggak berani lagi hahaha... Jadi nyari pas mereka libur panjang deh.

      Delete
  7. Semoga kitaselalu merindu terhadap Rasulullah Saw dengan menjalan kan semua ajaran nya

    ReplyDelete
  8. Paling suka baca postingan yang jln2 ke LN. Tamannya indah banget ya, mbak. Ternyata disana juga ada tempat barang2 Nabi Muhammad Saw disimpan. Baru tahu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..aku juga suka jalan jalan ke LN Mba, loh hahaha..
      Iya Mba, merinding pas lihat..

      Delete
  9. Lihat foto-fotonya aja saya suka, Mbak. Kesannya teduh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Myra, sebagian memang teduh, tapi bagian yang ke lautnya panas banget hehe..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...