4D3N Mommies Day Out Trip Jepang Dengan @Tripirit: Day 2 Jalan-Jalan Cantik Dengan Kimono di Arashiyama


Saya masih ingat waktu Cicha, tour leader kami dari @Tripirit mengirimkan pesan WhatsApp kepada saya, "Mba Tes, nanti kami sewain kimono, jangan bilang-bilang yang lain ya biar surprise!" Waaah tentu saja saya senang karena beberapa kali ke Jepang tidak pernah sewa kimono. Ehm... ya kali sewa kimono ama mr.husband dan apalagi sama Kiddos sih, lupakan saja!

Rencana ini akhirnya disampaikan oleh Cicha di group WhatsApp, karena kami kan harus persiapan membawa jilbab polos dengan warna yang sesuai. Cicha juga menyampaikan bahwa sewa kimono akan dilakukan saat kami di Arashiyama dari jam 10 hingga jam 3 sore. 

Awalnya kami pikir kok lama sekali ya, kan cuma mau foto-foto. Namun ternyata jadwal "cuma mau foto-foto" ini memang paling banyak makan waktu:D Hari itu 16 ladies mengenakan kimono (dan menjadi perhatian banyak orang, ih GR!), jalan kaki keliling Tenryuji Temple, Bambo Grove hingga Togetsukyo Bridge.

Gimana enggak jadi perhatian, kalau kami foto bareng, temple aja langsung tertutup:D
Foto milik Disty (@distyjulian)



Membuat Kehebohan di Kurasu Kyoto

Pagi hari dari tempat kami menginap, Piece Hostel Kyoto, kami berjalan untuk menyimpan koper di locker Kyoto Station. Berhubung tidak menemukan locker yang digital, kami pun memilih locker dengan cara pembayaran koin. Semua sibuk patungan koin, dan tidak ada satupun yang sadar saya sempat candid:D

Koin... mana koin?



Koper akan kami bawa kembali dari locker saat pulang dari Arashiyama. Cicha juga mengingatkan saya untuk menyimpan di Hachijo Exit, "Soalnya nanti kita naik bus dari Stasiun Kyoto ke Takayama dar sisi stasiun Kyoto yang itu Mba Tes" Begitu penjelasan Cicha.

Setelah menyimpan barang-barang, perjalanan kami lanjutkan ke Kurasu Kyoto. Kedai kopi favorit mr.husband, yang adalah favorit saya juga. Dan karena letaknya dekat dengan Kyoto Station, Kurasu tidak boleh dilewatkan.

Pagi itu Kurasu cukup sepi, lalu datanglah rombongan kami. Langsung kedai kopi yang mungil ini semakin terasa sempit! Hahahaha. Kedua barista yang juga saya dan mr.husband temui pada kunjungan pertama, kembali berada di sana.

Hello Ayaka-san and Misako-san! It was very nice to see you both of you again:)


Ayaka sedang membuat kopi, dan Nova mengamati dengan sangat serius!
Setelah minum, gelas ini pun saya koleksi!


Saya, Alisa dan Uchiet membeli beberapa coffee equipment di Kurasu Kyoto. Just in case you don't know, perlengkapan kopi dari Kurasu dijual dan dikirimkan ke seluruh dunia. I repeat: worldwide. Maka selagi di tokonya, ribuan JPY pun melayang. Tapi enggak apa-apa, suka banget deh sama barang-barang Kurasu yang simple namun elegan.

Setelah belanja, kami pun foto-foto dan membuat kehebohan selanjutnya. Bahkan tulisan "Kurasu Kyoto" yang terbuat dari kayu dipindahkan oleh Uchiet. Sebentar aja ya Chiet, jangan dibawa pulang! Hahahaha..


Semua bingung melihat Uchiet memindahkan tulisan Kurasu Kyoto... Niat banget!
Ayaka-san dan tulisan Kurasu Kyoto, komplit deh!


Kami melanjutkan perjalanan ke Arashiyama dengan membawa misi penting: tidak boleh terlambat sampai ke tempat sewa kimono. Plan A yang tadinya kami akan bertemu dengan group yang tidak ikut ke Kurasu di Kyoto Station pada jam 9 pagi, terpaksa diganti dengan Plan B.

Apakah itu Plan B? Saya harus membawa rombongan dengan selamat dan tanpa nyasar ke Arashiyama. Berbekal google map dan rasa percaya diri, kami pun naik kereta. Waktu ditanya, "Mba Tes, turun dimana?" Saya jawab santai, "Nanti semua orang turun, kita ikutan turun" Hahahaha.. Tapi serius, begitulah adanya.

Kami tiba dengan selamat di Arashiyama tidak kurang suatu apapun, kecuali kurang bawa uang cash! Cicha bersama dengan rombongan kedua yang masih di perjalanan dari Kyoto Station ke Arashiyama, adalah PIC yang akan membayar biaya sewa kimono. Setelah nego dengan pemilik rental kimono, ia pun setuju bahwa kami bisa mulai memilih kimono dan ganti baju, sambal menunggu Cicha datang.


Kimono di Arashiyama: Tenryuji Temple dan Bambo Grove

Jadi gimana rasanya mengenakan kimono saat musim dingin? Saya sih di dalam kimono menggunakan baju lengkap: dari mulai long john hingga sweater. Ternyata dengan cara ini sudah cukup hangat, tidak perlu menggunakan jacket lagi di luar kimono. Tapi akibatnya terlihat 10 kg lebih gendut, ah ya sudahlah.

Kami sewa kimono dari Wargo, lokasinya dari JR Arashiyama Station hanya satu menit, which was very handy. Proses pemasangan kimono terbagi menjadi dua group. Sehingga group pertama harus menunggu group kedua selesai sebelum melanjutkan perjalanan ke Tenryuji Temple dan Bambo Grove. Dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mengenakan kimono. Termasuk menata rambut untuk teman-teman yang tidak menggunakan jilbab.

Namun waktu menunggu terasa cepat berlalu karena di sekitar Wargo aja udah banyak banget spot foto yang cakep. Ketemu toko buku.. foto, ketemu souvenir shop.. foto, ketemu toko mocha.. belanja! Hahaha. Makanya lamaaa banget jalan pake kimono itu. Bukan karena sandal bakiak ternyata (seperti dugaan saya di awal), namun karena berhenti untuk foto! 


Corak dan warna kimono kita bisa pilih sendiri.
Cantik-cantik ya (kimononya:D) 
Found this hidden gem: toko buku yang menjual buku second.  
Foto milik Ira (@mutiarakp)
Sebagian belanja di toko mochi ini
Ada rumah ala-ala Perancis, foto lagi hehe..
Kata Rona, boneka ini terkenal, tapi saya enggak paham.
Foto milik Rona (@ronawillis).
Enggak belanja tapi numpang foto nih mesti hahaha!




Kami bertemu dengan group kedua di Tenryuji Temple, yang merupakan kuil yang menurut saya paling indah. Kunjungan pertama bersama mr.husband ke Tenryuji Temple bisa dibaca di link ini.

Dan pada kunjungan kedua pun, saya tetap jatuh cinta dengan Tenryuji Temple.


Keadaan temple yang sepi sebelum kami hadir


Selesai foto di luar, kami masuk ke bagian dalam temple, yang merupakan taman dengan danau yang super indah. Saya masih menyimpan mimpi berkunjung ke Tenryuji saat autumn. Belum tau kapan, yang penting mimpi dulu aja. Pasti taman di Tenryuji akan terlihat lebih indah 10 kali lipat dengan daun berwarna merah!


How could I not in love with this place?

Cicha sudah wanti-wanti, "Ibu-ibu di dalam enggak boleh foto group!" Hahaha.. kayanya group kimono kami udah dilihat dari jauh sebagai pembuat onar! Tapi ya memang sih temple yang cantik dan sepi seperti ini, harus dijaga keheningannya. Tapi tetap saja sih kami foto-foto:D

The mommies inside Tenryuji Temple
Utet in her blue kimono
Our lovely group



Kami lanjutkan perjalanan menuju Bambo Grove. Saat keluar pintu Tenryuji Temple, belok kiri kami langsung disambut hutan bambu. Dan sekali lagi rombongan kami menyita perhatian #tsaaah!

It was good to be back, even better wearing kimono this time
Kami dilatih Disty untuk ketawa "ala Andien"... 
Foto milik Disty (@distyjulian)


Sudah ya dicukupkan sekian fotonyaaa... Maafkan ya teman-teman kalau posting kimono ini fotonya banyak banget. Tapi asli seru, and I wouldn't mind to do it on my next visit to any city in Japan:) 


Makanan Halal di Arashiyama

Mencari makanan halal di Arashiyama? Kami menemukannya di pinggir sungai, catat nama restaurant halalnya: Oku No Niwa atau terkenal dengan nama Yoshiya. Makanan disini berupa set menu ataupun udon, porsinya besar banget!

Ada yang berjemur di depan Oku No Niwa:D
Foto milik Alisa (@alisahaqiqi)


Karena saya sudah membeli banyak sekali gorengan di restoran halal Arashiyama yang kami temukan sebelum belokan menuju kopi % Arabica, saya tidak ikut makan lagi. Namun seru melihat berbagai menu yang dipesan.

Bento set, foto milik Padmi (@padmi_nugraheni). Btw Padmi makan sebanyak ini??!

Chicken Karaage, foto milik Padmi (@padmi_nugraheni)
Rombongan kami di Yoshiya, foto milik Cicha (@tripirit)



There's Something About % Arabica di Arashiyama

Setelah makan siang, group yang ingin minum kopi saya ajak berjalan menuju % Arabica yang ada di Arashiyama. My coffee trip with mr husband sudah ditulis disini, dan tentu saja kunjungan dengan mommies ke Arashiyama saya selipkan agenda khusus mengunjungi % Arabica.

Namun antrean yang panjang mengurungkan niat kami, waktu kami terbatas, sudah harus melepas kimono untuk kembali ke Kyoto Station. Kami sempat foto-foto di depan % Arabica, sebelum Alisa mengajak saya untuk masuk ke dalam. "Siapa tau antrean beli biji lain Mba Tes" begitu kata Alisa. Tidak ada salahnya mencoba, dan kami pun menerobos masuk menuju kasir.

Antrean kopi sore itu, foto milik Ira (@mutiarakp).
Bucketlist checked, foto di depan % Arabica ber-kimono. Foto milik Ira (@mutiarakp).


Kami diperbolehkan membeli beans, selain biji kopi kami juga membeli tumbler % Arabica (karena tumbler Starbucks sudah terlalu mainstream:D), dan juga membeli kaleng kopi. Saya tidak ingat apa saja yang kami beli, namun saya ingat betul kemudian saya membayar JPY10,000 untuk belanjaan kami bersama. Ouch!

Saya dan Alisa hanya fokus belanja. Saya sempat galau karena ada backpack % Arabica idaman, seharga JPY15,000. Tapi saya batal membeli yang kemudian tentunya saya menyesal hingga saat menulis paragraf ini hahaha.. Selalu deh begitu!

Anyway, di tengah kehebohan kami belanja, Nova sibuk foto-foto. Dan ia fokus hanya foto sang barista yang ternyata, Subhanalloh cakep banget, asliii! Terimakasih Nova sudah mengambil gambar sang barista, jasamu abadi!! Ketiga foto di bawah ini adalah milik Nova (@no.chenk_)

Jadi bertanya-tanya, ini antre karena baristanya kali ya?  
Sewaktu membeli beans, saya kok bisa ya tidak melihat barista ganteng ini? 
Barista cakep dan kopi yang nikmat adalah perpaduan yang sempurna.


Kecewa tidak jadi ngopi, kami pun membeli Ice Cream Matcha sebelum akhirnya melepas kimono kami. It was a day to remember at Arashiyama, a lovely one.


Dengan belanjaan dari % Arabica:D Foto milik Nova (@no.chenk)




Naik Bus ke Takayama dari Kyoto Station

Sore itu kami semua berkumpul di Kyoto Station, saatnya menunggu bus yang akan berangkat jam 16.45 ke Takayama. Kyoto Station was very impressive approaching sunset.


I hope to see you again soon, Kyoto Station




Semua sibuk dengan barang milik masing-masing (baca: koper dan belanjaan), membeli bekal untuk makan di bus. Dan saya pun mengeluarkan bekal yang sudah saya bawa dari Indonesia untuk makan di dalam bus. Keripik dari Rasa Lokal menemani kami, dan favorit saya tetap si ungu ini.

My fave Rasa Lokal is this one :)
Biar rempong tetap exist:D Iya koper saya paling besar:D



Waktu yang kami tempuh sekitar 5 jam, tepat pukul 9 kami tiba di Takayama Station, dan berjalan menembus udara dingin dengan jalanan yang dipenuhi salju, menggeret koper ke J Hoppers.

Para mommies mulai melakukan panggilan video ke tanah air dan menyampaikan bahwa mereka melihat salju di sekitar hostel. We were so happy that night, apalagi saat makan malam bersama di ruang makan hostel yang hangat.

Semua mengeluarkan bekal masing-masing dan kami makan bersama. Bekal saya tentunya rendang paru dari Tungkoe Minang. Cicha juga membawa bekal yang sama, ia sudah membeli lewat Tokped dan membawa Tungkoe untuk bekal di perjalanan. Onigiri yang kami beli di convenience store, dinikmati dengan rendang paru miles away from home, was really something!

Bekal andalan saat jalan-jalan: Tungkoe


Malam itu semua very happy sudah melihat salju pertama (for most of us). Namun ternyata hujan salju di keesokan harinya adalah kejutan yang paling indah untuk kami para mommies.

***


To be continued.





Our trip was arranged and organized by @tripirit. Visit their instagram account for their open trip, of if you wish to have a customized trip like ours



Written on March 6, 2018
Follow our twitter & instagram: @tesyasblog
Like our FB Fanpage: Tesyasblog
See our video on youtube: Tesya Sophianti



Related Post:
Mommies Day Our Trip ke Jepang Day 1: Tiba di Osaka dan Kyoto

10 comments:

  1. Aih..tayang juga :)
    Yuukkss kesana lagi!!-rwi

    ReplyDelete
  2. Itu muka aku kaku bgt bun depan toko �� Karena gak belanja kali ya. Jd muka gak santai hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha jadi takut diusir gitu ya Nova? Hahahaha...

      Delete
  3. Ahhh.... dreamlist uchi banget bisa pakai kimono di negara asalnya. Kebayang hebohnya ya grup mommies yang banyak banget itu. Apalagi pas keliling pake kimono. Ahh, mupeng banget. Semoga-semoga kesampaian ya Allah bisa ke Jepang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Uchi, semoga segera ke Jepang ya. Aku juga kalau kesana lagi mau ah sewa kimono lagi:D

      Delete
  4. Saya mesem-mesem baca barista cakep. Tapi, emang cakep hahaha.

    Asik juga ya jalan-jalan dengan Tripirit ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Myra emang cakep kan ya. Asyik Mba, bisa customised untuk group kita ini :)

      Delete
  5. Untung aja pas ke kyoto, aku sempet sewa kimono juga. Tapi ga pake utk jln keluar mba, bukan napa2, tp mikir aja takut kejerembab pake bakiak gt wkwkwkwk.. . :p. Dan aku jg baru tau pake itu kimono ribeeeet yaaaak, mana berat banget kainnya hahahah..

    Eh btw mba, itu tungkoe aku kenal salah satu ownernya :). Istrinya bos ku di hsbc. :D. Dia jg srg promosiin tungkoe di kantor. Usaha suaminya dkk. Emang enak yaaa.. Aku sndiri blm coba :p. Abisnya jauuuh dr rumah. Si bos jg ga prnh bawa tester

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Fan, next time cobain jalan-jalan pake kimono yaaa...
      Iya aku suka banget Tungkoe apalagi dendeng parunya Fan, sloorrp. Makanya aku suka bawa kemana-mana deh :)

      Delete