Showing posts with label Mommies Day Out Trip Jepang. Show all posts
Showing posts with label Mommies Day Out Trip Jepang. Show all posts

Mengunjungi Karuizawa Factory Outlet

Pada liburan singkat ke Tokyo di akhir bulan Februari 2024 yang lalu, kami kurang beruntung, karena selama di Jepang cuacanya selalu hujan dan sangat dingin. Seperti hari itu saat kami ke Karuizawa Factory Outlet.

Karuizawa Factory Outlet kami pilih karena bersebelahan dengan ski resort, sehingga bagi mommies yang ingin ke ski resort untuk foto-foto dengan salju juga bisa. Namun sayangnya cuaca hari itu sangat dingin, sehingga pohon-pohon di Karuizawa pun frozen. 

Baru kali ini saya melihat ranting yang beku

Baca Selanjutnya...

Review Penerbangan Air Asia Dari Jakarta ke Haneda via KLIA2

Karena sudah lama tidak naik Air Asia dengan tujuan yang jauh, jadi ijinkan saya review perjalanan kami dari Jakarta ke Haneda dengan Air Asia, via KLIA2. Tiket kami beli one way, Rp 2,4 juta tanpa bagasi dan makan.

Kami pergi dari Jakarta jam 9 pagi, dan tiba di KLIA2 jam 12 siang (perbedaan waktu 1 jam). Kami punya waktu 2 jam transit untuk makan, dan kami memilih makan di Ahh-Yum.

Namanya juga restoran ayam, ya siapa suruh milihnya Mie Laksa, jadi aja rasanya kurang hehe.

Kalau ke sini pesanlah
nasi sama ayam:D

Penampilan padahal ok ya



Tidak ada yang berubah di KLIA 2, jalan kakinya masih jauh, restonya juga masih kurang lebih sama. Yang berbeda adalah Starbucks, sudah tidak ada lagi di KLIA 2 area transit Penerbangan Antar Bangsa.

Sebelum masuk gate, saya membeli Ice Americano di sebuah convenience store. Untuk bekal di pesawat, saya masukkan ke dalam tumbler.

Tipe dark roast gitu, lumayan


Saat masuk ke gate, visa kami di periksa oleh petugas bandara. Setelah aman, kami pun duduk dan tidak lama masuk pesawat. Kami terbang on-time jam 14.30 waktu Kuala Lumpur.

Di pesawat, saya sudah pre-order Nasi Lemak seharga Rp 80 ribu, diantar oleh seorang pramugari cantik warga negara Jepang. Saya juga memesan kursi di aisle dan membayar tambahan Rp 60 ribu.

Ohya, saya tidak membeli bagasi. Jadi saya hanya membawa koper kabin. Harap dicatat, Air Asia ketat sekarang, koper kabin kita ditimbang di gate sewaktu di Soekarno Hatta.

(Kok bisa ke Jepang hanya pakai koper kabin, mana musim dingin lagi. Eits, tenang, pas pulang saya beli koper kabin satu lagi merk Muji hahaha).

Pramugari yang cantik

Nasi lemak lengkap dengan
air mineral dan hot americano

Kenapa saya membeli tiket one way? Karena saya pulang menggunakan Garuda Indonesia, saya redeem mileage 35 ribu point dan membayar Rp 2,5 juta untuk fuel charge dan pajak. Sementara itu Om Lukman dan Elise pulang menggunakan Vietjet.

Note: Garuda Mileage saya dapatkan saat berbelanja menggunakan DBS credit card. Ini bukan iklan yah, saya hanya sharing saja.

Penerbangan ini minus nya hanya satu: leg room yang sempit. Tapi di luar itu, terbang dengan Air Asia X tetap nyaman. Dan karena harga tiket dari Jakarta ke Jepang sekarang ini amat mahal, Air Asia X bisa tetap jadi pilihan. Apalagi mendarat di Haneda loh, bukan di Narita.

Terimakasih Air Asia X :)


written on April 08, 2024

Follow our instagram @tesyasblog for updates on our travel journey.



Baca Selanjutnya...

Hostel Dekat Haneda Airport: Plat Hostel Keikyu Haneda

Ke Jepang lagi setelah terakhir tahun 2019, waktu itu saya pergi dengan @tripirit untuk melihat Pink Sakura di Kawazu. Setelah pandemi, tahun 2024 saya pun kembali ke Jepang masih sama dengan tripirit.

Namun karena perbedaan jadwal penerbangan dengan peserta yang lain, akhirnya saya, Elise dan Om Lukman pergi naik Air Asia dari Jakarta ke Haneda Airport via Kuala Lumpur.

Dan karena tiba malam hari di Haneda, kami bertiga menginap di hostel dekat Haneda yang bernama Plat Hostel Keikyu.


Baca Selanjutnya...

Jalan-Jalan Ke Jepang Dengan Tripirit: Melihat Sakura di Kawazu Awal Bulan Maret

 

Another long overdue post, tapi harus ditulis untuk kenang-kenangan, terlebih ini pertama kali saya dan teman-teman melihat bunga sakura begitu banyaknya! Perjalanan ini masih satu rangkaian dengan perjalanan ke Jepang dengan Tripirit yang sudah saya tulis sebelumnya di sini.

Sakura yang paling awal blooming di Jepang adalah di Kawazu, terletak dua jam dari Tokyo dengan kereta JR. Kami pergi di minggu pertama bulan Maret dan sangat beruntung karena bunga sakura sedang mekar.

Once in your life, you have to go to Kawazu for the sakura.

Tante Wulan dengan bunga sakura

Baca Selanjutnya...

Ke Jepang Dengan Tripirit: Jalan-jalan ke Asakusa dan Akihabara


Kangen ya jalan-jalan ke Jepang, dan ternyata masih banyak cerita liburan ke Jepang yang tertunda ditulis. Mudah-mudahan bisa dicicil, khususnya selama pandemi ini, sebagai obat kangen jalan-jalan.

Bulan Februari 2019, kami, rombongan Tripirit tiba di Tokyo pagi hari, lalu setelah check-in di hostel, kami memulai perjalanan di Tokyo dengan mengunjungi Asakusa. Cuaca yang hujan, tidak mengurangi semangat kami jalan-jalan.

Sensoji Temple

Baca Selanjutnya...

Factory Outlet Near Tokyo: Visiting Karuizawa Prince Shopping Plaza


Factory outlet has never been on any of my Japan's itinerary, but this time was an exception. The snowpark we visited: Karuizawa Snowpark is located just next to a factory outlet called Karuizawa Prince Shopping Plaza.

As a person who love tree so much, I found this factory outlet very impressive. Many beautiful trees around, there's a lake in the middle, it was really a perfect place to get away from the busy city of Tokyo. Hence, it is only an hour away.

A Nike outlet at Karuizawa Prince Shopping Plaza
Baca Selanjutnya...

A Daytrip From Tokyo To Karuizawa Snowpark, Nagano


I made a post about a ski resort called Joetsu Kokusai in Echigo Yuzawa back in 2015 (see the story here). The second snow resort I visited in Japan was the one in Nagano, called Prince Snow Resort.

This place is easily reached from Tokyo, so I will share it with you, in case you are looking for a snow resort that is close to Tokyo. But most of my review  will about its snow park, as we didn't go for skiing.

Visited this place with our group, and the trip was arranged by @tripirit
Contact them to have your customized Korea and Japan trip.

Our group at Prince Snow resort
Baca Selanjutnya...

4D3N Mommies Day Out Trip Jepang Dengan @Tripirit Day 3: Shop 'Till Drop Di Shinsaibashi


Setelah menempuh perjalanan dengan bus dari kota Takayama ke Osaka selama kurang lebih 5,5 jam, kami pun tiba di depan Osaka Station. Bus berhenti beberapa kali di tempat istirahat, kami selalu menyempatkan turun untuk toilet break, ataupun membeli snack dan minuman. Sehingga perjalanan panjang itu tidak terasa melelahkan.

Buktinya, tiba di Osaka sekitar jam 7 malam, kami ber-17 langsung merasa fresh kembali, tidak lain adalah karena it was about time for shopping! Yeay!! Rombongan terpisah menjadi beberapa group kecil, tapi kebanyakan memang melanjutkan belanja di Shinsaibashi.

Walau kecewa karena Anello Flagship Store di Shinsaibashi sudah tutup dan kehabisan Pablo cheesecake, namun acara belanja tetap seru, diselingi dengan foto di Glico Man dan dinner takoyaki.

Gerai Takoyaki yang tidak jauh dari Starbucks Tsutaya

Baca Selanjutnya...

4D3N Mommies Day Out Trip Jepang Dengan @Tripirit: Day 3 Menikmati Keindahan Desa Salju Shirakawago


Akhirnya, tulisan mengenai Mommies Day Out Trip ke Jepang dengan @tripirit saya lanjutkan. Teman-teman sudah baca kan tulisan pertama dan kedua sebelumnya? Entah mengapa saya berhenti di tulisan kedua, padahal tulisan ketiga ini bisa dikatakan highlight dari perjalanan kami.

Bagaimana tidak, kami akhirnya melihat salju di salah satu tempat terindah di Jepang, yaitu sebuah desa bernama Shirakawago. Perjalanan panjang dengan bus dari Kyoto ke Takayama, dan pengalaman menarik koper dari stasiun ke J-Hoppers Hostel melewati jalanan bersalju di malam hari, terbayar lunas saat kami melihat hamparan salju begitu indah di Shirakawago.

A morning view at Shirakawago
Baca Selanjutnya...

4D3N Mommies Day Out Trip Jepang Dengan @Tripirit: Day 2 Jalan-Jalan Cantik Dengan Kimono di Arashiyama


Saya masih ingat waktu Cicha, tour leader kami dari @Tripirit mengirimkan pesan WhatsApp kepada saya, "Mba Tes, nanti kami sewain kimono, jangan bilang-bilang yang lain ya biar surprise!" Waaah tentu saja saya senang karena beberapa kali ke Jepang tidak pernah sewa kimono. Ehm... ya kali sewa kimono ama mr.husband dan apalagi sama Kiddos sih, lupakan saja!

Rencana ini akhirnya disampaikan oleh Cicha di group WhatsApp, karena kami kan harus persiapan membawa jilbab polos dengan warna yang sesuai. Cicha juga menyampaikan bahwa sewa kimono akan dilakukan saat kami di Arashiyama dari jam 10 hingga jam 3 sore. 

Awalnya kami pikir kok lama sekali ya, kan cuma mau foto-foto. Namun ternyata jadwal "cuma mau foto-foto" ini memang paling banyak makan waktu:D Hari itu 16 ladies mengenakan kimono (dan menjadi perhatian banyak orang, ih GR!), jalan kaki keliling Tenryuji Temple, Bambo Grove hingga Togetsukyo Bridge.

Gimana enggak jadi perhatian, kalau kami foto bareng, temple aja langsung tertutup:D
Foto milik Disty (@distyjulian)


Baca Selanjutnya...

4D3N Mommies Day Out Trip Jepang Dengan @Tripirit: Day 1 Tiba di Osaka dan Kyoto


Berawal dari group whatssapp Mommies Day Out Trip Bangkok, yang sengaja tidak pernah dibubarkan (modus banget!), kami melanjutkan rencana jalan-jalan seru ke Osaka dan Kyoto. Yeay finally Japan! Awalnya dipilih saat periode cherry blossom, namun karena jadwal yang tidak memungkinkan, saya propose bulan Februari saat libur Chinese New Year dengan iming-iming, "Kan kita bisa lihat salju!" *wink

Semua pun setuju (atau terpaksa ya?), bahwa kami akan pergi saat musim dingin. In total ada 16 mommies yang mendaftar lalu mendekati hari H, Citra yang paling muda di antara kami bergabung. Sehingga rombongan kami 18 ladies termasuk tour leader. Trip organizer kami yaitu  @tripirit, menyarankan agar kami tidak hanya ke Osaka dan Kyoto, namun sekalian melihat salju di Shirakawago. If it's going to be the first snow experience for the majority of our group member, it has to be the best!  

Tapi sebentar... pergi ke Shirakawago itu butuh perjuangan, apalagi dengan jadwal kami yang pendek. Kami terbagi menjadi tiga group, yaitu: group 13 (mereka yang berangkat tgl 13 Februari), group Valentine dan group "Hamish". Saya tentu saja tergabung dalam group Hamish ini ("Hamish" = hari kamish). Selain karena nge-fans sama Babang Hamish, juga karena hanya bisa ijin satu hari (pada hari Kamis), sebelum libur Imlek Jumat 16 Februari 2018. Semua group kembali hari Minggu tanggal 18 Februari 2018.

Kok pendek amat liburan ke Jepangnya? Nah itulah Mommies Day Out Trip. Kami kan tidak bisa meninggalkan suami, anak dan kantor terlalu lama. Dan saya salut dengan stamina para mommies ini. Dengan jadwal super padat dan harus pindah hotel setiap hari di kota berbeda, mereka tetap semangat belanja hingga dini hari!

Baca cerita lengkapnya ya :)

Sebagian peserta Mommies Day Out Trip With @Tripirit di Piece Hostel Kyoto



Group Hamish, The Last Team To Join The Group

Posting ini akan saya mulai dengan kepergian group Hamish yang berangkat Kamis dini hari menggunakan Cathay Pacific. Kami tiba jam 9 malam di bandara Soeta untuk bertemu staff dari Java Mifi. Semua group atas rekomendasi Alisa, yang tergabung di group Valentine, memesan pocket wifi dari Java Mifi.

Sungguh berat sekali menjadi group yang terakhir berangkat. Saat meeting di kantor, whatsapp group dibanjiri foto makanan dari Nungky dan Bu Yeni group 13, yang jalan-jalan ke Kuromon Fish Market di Osaka. Hmmm, makasih loh Nungky & Bu Yeni!:D 

Terbang dengan Cathay Pacific selalu menyenangkan, jadi ingat saat Mommies Day Out Trip PP ke Hong Kong. Dalam perjalanan Jakarta ke Osaka ini, kami transit dua jam saja di HKIA. Sempat sih berniat untuk mandi karena ada fasilitas shower gratis. Tapi mengingat dinginnya udara jam 5 subuh di bandara HKIA, langsung hati saya ciut. Yang penting kan udah niat:D 


Lumayan ini, untuk yang flight ke HK malam, sebelum ke kota bisa mandi 

Paling bener deh Nova, bekal tumbler Starbucks
Enggak keliatan kan ya, saya udah enggak mandi dua hari:D


Cara transit di bandara HKIA Hong Kong:
1. Keluar dari pesawat, lihat di layar TV nomor gate untuk connecting flight.
2. Jalan kaki mengikuti petunjuk "Transit Area"
3. Masuk ke security check untuk penumpang transit. Di area ini, semua barang akan diperiksa melalui x-ray. Pembatasan cairan yang dibawa pun diberlakukan. Jadi kalau mau isi air minum, setelah melewati area ini saja ya.
4. Jalan kaki ke gate keberangkatan.

Catatan mengenai transit di bandara HKIA Hong Kong:
Duh..jarak dari satu gate ke gate lain sangat jauh. Jadi pastikan teman-teman mengalokasikan waktu dengan baik, apalagi jika hanya memiliki waktu transit 2 jam seperti kami. Lupakan belanja deh, hanya cukup untuk toilet break dan foto-foto di sekitar gate.

Tiba di Bandara KIX Osaka

Kami tiba di Osaka sekitar jam 12.30. Setelah turun pesawat, kami naik kereta menuju imigrasi. Semua penumpang bergegas naik kereta, karena semakin terlambat naik kereta, antrean imigrasi pun akan semakin panjang.

Di dalam kereta yang penuh sesak, bagaikan naik busway
Sebelum antre untuk proses imigrasi


Sesuai estimasi, antrean imigrasinya panjang banget (: Team Hamish terdiri dari 4 orang, yang mana 2 diantaranya (Uniek dan Nova) terkena random check di imigrasi. Jadi lumayan lama mereka keluar, sementara saya dan Ira, lolos random check.

Teman-teman catat ya: cetak dokumen seperti tiket pesawat, bukti pemesanan hotel dan itinerary sebelum berangkat. Jangan dianggap remeh dengan menyiapkan screenshoot di handphone. Call me old fashioned, namun percayalah.. saat panik, lebih baik kita siap dengan dokumen yang sudah dicetak. 

Kita sebagai visitor memang diwajibkan untuk membuktikan bahwa kita hanya akan berlibur di Jepang. Adapun pihak imigrasi mempunyai hak untuk menerima atau menolak kunjungan kita. Dan udah tau kan ya kalau pemeriksaan imigrasi masuk Jepang sekarang sangat ketat. Apalagi untuk teman-teman yang belum pernah mengunjungi Jepang. So, just be prepared! 


Setelah kami berkumpul kembali dengan perasaan lega, tiba saatnya makan siang. Udon halal yang berlokasi di lantai 2 bandara KIX pun kami pilih dan Alhamdulillah, enak banget! 


Sambil menyeruput kuah udon yang hangat, kami membahas apa saja yang ditanyakan saat random check di imgrasi. Ternyata petugas bertanya kepada Uniek dan Nova, mereka pergi dengan siapa saja. Mungkin kalau saya dan Ira masih di antrean, kami pun ikut dipanggil. Lalu setelah Nova dan Uniek mengeluarkan print dokumen perjalanan, pemeriksaan pun berakhir.


Akhirnya nyoba juga makan disini. Catat lokasinya: Lantai 2 bandara Osaka

Agak mirip dengan Marugame Udon ya, tapi sungguh ini di bandara Osaka:D
Ini kisaran harga udon nya



Saya meninggalkan teman-teman terlebih dulu di restoran udon untuk membeli tiket kereta JR Haruka dari bandara KIX Osaka ke Kyoto, di JR Ticket Office. Cara naik JR Haruka ke Tokyo sudah saya tulis disini, yang belum baca sila mampir.

Antrean JR Ticket Office siang itu lumayan pendek, sehingga kami berhasil tepat waktu antre untuk JR Haruka jam 14.30. Saya selalu bahagia bisa kembali ke kota favorit saya di Jepang: Kyoto.


Welcome to Kyoto, team Hamish!



Menyimpan Koper di Kyoto Station

Hal pertama yang kami lakukan saat tiba di Kyoto Station adalah menyimpan koper di coin lockers. Karena waktu yang terbatas, kami disarankan Cicha, tour leader kami dari @tripirit untuk menyimpan koper dan langsung menyusul group lain ke Fushimi Inari.

Bicara tentang koper, satu hari sebelum berangkat saya memutuskan menggunakan koper dengan ukuran terbesar yang ada di rumah. Hahaha.. Alhasil di setiap foto bersama koper, si ungu berbalut tulisan London milik saya terlihat sangat eye catching:D

Ini bukan kali pertama saya ke Jepang, tapi biasanya urusan menyimpan koper di locker dikerjakan oleh mr.husband. Sekarang saatnya kami mandiri, walaupun awalnya bingung, namun tombol ajaib bertuliskan "English" membuat hidup lebih mudah. Harga satu locker besar adalah JPY700 untuk disimpan selama 24 jam.

Berhasil!



Menikmati Fushimi Inari Hingga Malam Tiba

Saya mengajak ketiga teman di team Hamish untuk naik JR menuju Fushimi Inari. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, kami sudah tiba di gerbang Fushimi Inari yang megah. Walaupun bukan kunjungan pertama, saya tetap sangat excited.

By the way, tulisan pertama saya tentang Fushimi Inari, bisa dibaca di link ini.

Kereta menuju Fushimi Inari sudah menunggu di Kyoto St.
Suasana sore itu cukup sepi
It was good to be back



Saat itu kami mencari group lain yang juga sudah berada di Fushimi Inari, dan kami pun bertemu mereka di food stall yang berada dekat di gerbang Fushimi Inari. Karena hari mulai gelap, kami pun masuk ke Fushimi Inari, setelah sebelumnya membersihkan diri.

Ini kue beras dibakar. Tolong jangan salah fokus!

Sebelum masuk kuil kami membersihan diri
Jangan salah minum, airnya dari pancuran kecil ya



Ini kali pertama kami semua bertemu, sebelumnya kami heboh di WhatsApp group. Dari mulai persiapan baju musim dingin, hingga team Valentine yang nyaris ketinggalan pesawat karena jalanan yang super macet ke bandara Soeta. 

Alhamdulillah semuanya sehat dan bisa berkumpul di Fushimi Inari. Walaupun kami harus foto-foto di kegelapana malam, kami tidak takut karena ada Note 8 milik Padmi yang membuat foto kami tetap paripurna :)


The mommies at Fushimi Inari, picture was taken by Cicha from @tripirit



Menginap di Piece Hostel Kyoto

Dari Fushimi Inari, kami kembali ke Kyoto Station dan belanja di Aeon Mall yang berada di seberang Kyoto Station. Setelah mampir ke beberapa toko di antaranya Uniqlo, Toys R Us dan belanja tumbler Starbucks, kami jalan kaki ke Piece Hostel Kyoto.

Berlokasi di gang kecil, membuat Piece Hostel Kyoto tempat yang sepi dan menyenangkan


Hal yang pertama saya lakukan setelah membeli tiket pesawat adalah memesan kamar di Piece Hostel Kyoto. Hostel incaran saya sejak lama, yang mana sangat sulit memesan kamar disini karena selalu fully booked. Apalagi harus memesan kamar untuk 18 orang. Kami hanya berhasil mendapatkan satu kamar untuk empat orang, sisanya adalah kamar untuk dua orang.


Our lovely room


Tersedia slippers dan bantal di depan lift setiap lantai. "If you don't like the pillow on your bed, you can choose other pillow provided on every floor" kata petugas hotel saat kami check-in.


Bantal cadangan yang ada di depan kamar kami


Kamar mandi (shower) terletak di lantai 1 terpisah untuk Male dan Female, namun di setiap lantai ada toilet. Ada juga satu kamar untuk bath tub alias onsen yang terletak tidak jauh dari shower rooms.

Pokoknya urusan mandi walaupun shared bathroom, membuat kami bahagia. Bahkan Rona dari team Valentine menyatakan bahwa ia bersedia mandi tiga kali sehari selama menginap di Piece Hostel Kyoto. Hahaha!

Bersih banget :)



Common area yang terdiri dari lobi dan dapur pun sangat menyenangkan. Dan yang tidak kalah keren adalah adanya library di area lobi hostel.


Bagian belakang adalah dapur dar meja makan

Library with the purple sofa


Pagi hari berikutnya, tersedia sarapan yang lumayan lengkap, gratis untuk tamu Piece Hostel. Namun kami tidak sempat sarapan karena pagi itu kami mampir ke Kurasu Kyoto sebelum meneruskan perjalanan ke Arashiyama. 

This Piece Hostel Kyoto is really recommended! 






To be continued.


***



Our trip was arranged and organized by @tripirit. Visit their instagram account for their open trip, of if you wish to have a customized trip like ours.





Written on March 1, 2018

Follow our Instagram: @tesyasblog

Like our FB Fanpage: Tesyasblog
See our video on youtube: Tesya Sophianti

Baca Selanjutnya...