Itinerary 4 Hari 3 Malam Di Jepang: Kyoto Kobe Osaka


Beginilah kira-kira yang kami lakukan ketika cita-cita melihat salju di Kyoto matching dengan tiket murah Garuda Indonesia ke Osaka, namun tidak match dengan jumlah hari cuti yang tersisa:p Akhirnya kami pun memutuskan weekend di Jepang pada saat liburan hari raya imlek 2017.

Tentu saja hashtag #weekenddijepang yang kami share di akun instagram @tesyasblog menuai komentar, "Gila ya weekend-nya di Jepang" Hehehe.. Percayalah, kalau cutinya ada, kami memilih tidak memainkan hashtag tersebut. But on the other hand, kami memastikan bahwa dengan hanya 2 hari efektif yaitu Jumat dan Sabtu, kami bisa mengunjungi 3 kota yaitu Kyoto, Osaka dan Kobe.

Kunjungan pertama ke Kyoto, membuat hati kami meleleh. Aduh bahasanya lebay banget ini, tapi seriously we fell in love with every corner of Kyoto! Lihat aja beberapa postingan kami tentang Kyoto sebelumnya di link ini, pasti teman-teman juga setuju bahwa Kyoto is way too beautiful!


Foto ini menurut saya sih "Kyoto banget"


Tiket Pesawat Murah Garuda Indonesia ke Osaka

Kami mendapatkan tiket pesawat murah dengan rute Jakarta Osaka PP pada saat GATF April 2016. Harganya saat itu sekitar Rp 4 juta, dikurangi cashback dari BNI Platinum sebesar RP 1,5 juta. Jadi total, tiket per orang adalah Rp 2,7 juta pp. Silahkan baca bagaimana Tante Princess membeli tiket untuk kami pada posting ini. Salah satu posting di tesyasblog yang paling banyak dibaca :)

Tentunya terbang dari Jakarta ke Osaka pulang pergi dengan Garuda Indonesia sangat menyenangkan. Apalagi saat pulang dari Osaka, kami mendapatkan ice cream di atas pesawat! Saya murahan banget ya, dikasih ice cream aja girang hahaha..

Satu hal yang saya tidak suka adalah bahwa kami harus transit di Denpasar untuk terbang ke Osaka. Urutannya seperti ini jika transit di Bali:
1. Keluar dari pesawat, jalan kaki 15 menit ke International Terminal. Jauuuh banget!
2. Lapor ke petugas, tenyata boarding pass yang saya print di rumah harus di re-print terlebih dulu. Dan ini antrenya panjang banget. Untung saya tidak perlu antre saat itu.
3. Antre untuk pemeriksaan barang sebelum imigrasi (saya tidak memiliki bagasi, hanya hand carry).
4. Antre untuk cap paspor di imigrasi.
5. Menunggu pesawat berangkat dari Bali.

Mungkin kami saja yang kurang beruntung, karena Kamis malam minggu itu (menjelang long weekend hari raya imlek) bandara internasional Bali sangat penuh! Karena itu saya tidak foto-foto selama transit, udah keburu ilfil, aka males, hingga kapok. Hahaha...

Jadwal penerbangan kami: Kamis malam dari Jakarta, transit di Denpasar, tiba jam 9 pagi di Osaka. Terlambat 30 menit dari jadwal seharusnya.


Dari Bandara Kansai Osaka ke Kyoto

Kami berburu dengan waktu, karena menurut hasil riset, JR Haruka dari Bandara Kansai Osaka ke Kyoto adalah jam 09.46 dengan frekuensi setiap satu jam. Sementara itu, pesawat kami baru mendarat jam 9 pagi.

Keluar pesawat kami langsung menuju imigrasi, Alhamdulillah antrean sangat lengang. Namun langkah kami terhenti ketika menyerahkan kartu kedatangan ke petugas. "Hotel telephone number" katanya sambil menunjuk kolom yang belum kami isi.

Baiklah, saya nyalakan smartphone, connect ke free wifi bandara yang kencang, dan mengakses gmail untuk melihat reservasi saya melalui booking dot com. H-1 saya tidak sempat print voucher hotel, satu-satunya yang saya print adalah boarding pass, itu juga dibantu oleh teman kantor. Terimakasih ya Ibu Lucia:)

Setelah mendapatkan nomor telepon hostel dan menuliskannya di kartu kedatangan, kami antre lagi dan tanpa masalah dan tanpa pertanyaan, kami pun memasuki wilayah negara Jepang.

Lalu kami langsung jalan mengikuti petunjuk "Railway" untuk membeli tiket JR Haruka. Setelah melalui riset (gini deh kalau liburan aja mau riset:p), ternyata transportasi yang paling murah dari Bandara Kansai ke Kyoto adalah dengan menggunakan Icoca+JR Haruka. Jadi saya langsung antre di JR West Office.

Baca juga: Cara Naik Kereta JR Haruka Dari Bandara Kansai ke Kyoto

Waktu menunjukan jam 9.45 saat saya mendapatkan tiket JR Haruka, udah deh..lewat kereta yang kami incar. Tapi kami tidak patah semangat. Bergegas turun ke stasiun kereta dan ternyata jadwalnya jam 10.16. Horeee, we were on time!


Opsi kereta dari Bandara Kansai ke Kyoto maupun Osaka
Menunggu JR Haruka tiba


Teman-teman pertama kali ke Jepang untuk liburan musim dingin? Here's some of my tips:
1. Saat pesawat turun ketinggian, biasanya 30 menit sebelum mendarat, pergilah ke toilet. Sehingga tidak perlu mampir toilet setelah keluar pesawat. Bisa langsung cuss ke imigrasi. It sounds very simple tip, yes? Tapi percayalah, this will save lots of time to queue at the immigration.
2. Bandara itu hangat, jadi tidak perlu pakai baju musim dingin dulu. Pakailah jacket, dan sebagainya setelah proses imigrasi. Sama dengan point satu, this will save you lots of time.
3. Terserah sih kalau malas riset sebelum liburan, tapi at least riset airportnya aja deh. Saya screenshoot peta bandara Kansai dan memasukan ke dalam file excel itinerary. Biar kebayang aja where to go. Dimana stasiun kereta, dan sebagainya. 
4. Dan yang paling penting, you have to know mau naik apa dari bandara ke kota. Memang sih ada wifi di bandara, tapi enggak banget deh kalau masih bingung mau naik apa. Ingat, antrean di JR West Office itu panjang, semakin lama memutuskan mau naik apa, semakin panjang pula antrean.

Kesan pertama itu penting bukan? Dan mengurangi kebingungan saat pertama tiba di aiport, menurut saya sangat penting untuk membangun rasa percaya diri bahwa you will be ok to travel independently in Japan!


1st Day in Kyoto



Kami tiba jam 12 di Kyoto, begitu keluar stasiun yang kami lakukan adalah mencari Kurasu. Kurasu adalah sebuah coffee shop yang mr.husband follow di IG, kemudian saya juga ikut follow, dan duh pengin banget mampir.

And that feeling when you have seen the cafe all the time through instagram, dan seketika it was real. Traveling mengajarkan saya bermimpi, bekerja keras untuk mewujudkan mimpi tersebut, dan when I finally reach my dream, I will move to another travel dream:D

And suddenly all I know that I was having the best coffee in Kurasu Kyoto!


With the lovely baristas at Kurasu Kyoto


Baca juga: Our Coffee Trip in Kyoto, Arashiyama and Osaka

Jam 1 siang kami meninggalkan Kurasu untuk menyimpan barang di Centurion Cabin & Spa, hostel yang kami pilih untuk menginap di daerah Gion Kyoto. Satu malam kami bayar JPY5.400 (dikali aja Rp 118), untuk dua orang, termasuk breakfast. Pemesanan melalui hotel engine favorit saya booking dot com.

Setelah menyimpan barang, kami langsung mencari makan siang di Nishiki Market. Oooh I always love Market, especially in Japan! Kami makan takoyaki, membeli strawberry, foto-foto, mampir ke Daiso. Hanya satu yang terlewat, mampir di Bake Cheese Taart. Kesalahan besar yang saya sesali luar biasa karena sewaktu malam kami kembali ke Nishiki, Bake Cheese Taart nya sudah sold out! Mau nangis!

Foto Nishiki agak banyak enggak apa-apa ya... Enjoy the pictures. Dan semoga gambar ini membawa teman-teman mengunjungi Nishiki someday.

Baca juga: Why Nishiki Market Kyoto Should Be in Your Itinerary



Ini takoyaki stall rame banget! 
Takoyaki! Harganya JPY350
Ini lobak, bukan "peuyeum" Bandung *peuyeum=tape
I love flowers!
My happy face at the market:D
Pasar ikan di Nishiki
Strawberry terenak yang pernah saya makan


Di itinerary yang saya buat, seharusnya kami ke Kiyomizu-dera, temple favorit saya di Kyoto. Namun karena tidak sedang bersalju, kami skip saja dan memutuskan untuk jalan kaki ke halal ramen di Kyoto. Dari mana saya tau mengenai halal ramen ini? Saya iseng sih googling: halal ramen in kyoto, dan berkenalanlah saya dengan tempat bernama Narita-ya. 

Kami pun berjalan kaki melewati sungai indah di Kyoto bernama Kamo-gawa. Pengalaman kami berkunjung bersama kedua Kiddos ke sungai ini, bisa dilihat pada posting di link ini.

Gimana saya enggak jatuh hati pada Kyoto?



Melewati area shopping di Kyoto termasuk Disney Store, dan sampailah kami di Shirakawa, sebuah jalan kecil dimana orang-orang biasa pinjam kimono dan berjalan di daerah ini untuk foto-foto. Shirakawa ini terkenal dipenuhi deretan restoran fine dining, mau coba? Atau mau foto aja seperti kami?:D

Pastikan teman-teman jalan kaki ke Narita-ya, agar melewati daerah Shirakawa yang menawan.

Sebagai penggemar pohon, saya menahan nafas melewati daerah ini


Sampai juga ke Narita-ya dan kami langsung makan halal ramen, total dua mangkok ramen kami bayar JPY 1,750. Was it good? Duh enak banget! Di Jakarta aja saya susah nemu halal ramen, karena itu sewaktu menemukan halal ramen di Kyoto, wajib donk ya dicoba.


Satu mangkok halal ramen yang saya pesan harganya JPY750


Setelah badan hangat, kami pun ke Kibune-guchi untuk mencari salju. Pada kunjungan pertama ke Kyoto, kami mencoba onsen di Kurama, baca disini ya. Nah, Kibune-guchi ini satu stasiun sebelum Kurama, jadi kami udah kebayang harus naik kereta yang mana.


Setibanya di stasiun Kibune sekitar jam 4.30 sore, bus sudah tidak beroperasi. Jadi kami jalan kaki 30 menit menuju Kifune-jinja, shrine yang kami sudah pantau di instagram sebagai shrine yang ditutupi salju di Kyoto bagian utara.

Jalanan bebas dari salju, tapi pemandangan di kiri kanan kami bagaikan di kalender. Hahaha..noraknya dimulai deh.

It was only me and mr husband, sepi banget.. sesekali lewat mobil.. Aah pokoknya unforgettable :)

It was so beautiful
Saya berjalan di depan mencari toilet:D Aduh dingin banget soalnya...



We stayed until dark, karena menunggu Kifune-jinja disinari cahaya lampu. 

Wajib dibaca: Mencari Salju di Kyoto Hingga ke Kibune

Sayangnya malam itu tidak turun salju (:




Sekitar jam 6.30 kami kembali jalan kaki ke stasiun, kali ini kiri kanan kami gelap, syerem.

Tiba di Gion, kami foto-foto dulu di Pontocho Alley, deretan restoran mahal di Kyoto. Gang sempit aja kiri kanan nya restoran dari kayu.

The lovely Pontocho Alley


Kemudian ya itu tadi kami berniat mencari Bake Cheese Taart namun sudah sold out. Akhirnya kami memutuskan pulang dan onsen di Centurion Cabin & Spa. Onsen gratis untuk tamu loh, jadi ada kolam kaya jacuzzi gitu, dengan air sangat panas. Aaaah, enak banget setelah seharian jalan kaki. 

Silahkan dibaca: Pengalaman Menginap di Kapsul Hotel Centurion Cabin & Spa Kyoto

So we called it a day, actually a day to remember in Kyoto.

Night at Gion


Hari Kedua: Arashiyama (pagi), Kobe (siang), dan Osaka (sore ke Malam)

Pagi hari jam 7, kami sudah jalan dari hostel ke stasiun kereta untuk menuju Arashiyama. Hari masih pagi dan Arashiyama masih sepi ketika kami tiba. Dari stasiun kami berjalan ke arah Bamboo Forrest dan seketika saya jatuh hati pada kota kecil ini. Pohon yang indah, kopi yang nikmat, I deeply fell in love.

Mampir kesini ya, jangan lupa, kopinya enak!
View-nya enggak tahan deh di Arashiyama


Kami mampir di Bamboo Forrest yang ramai lalu menuju Tenryuji-temple. Sempat galau antara masuk atau tidak ya ke dalam temple. Ini dialog kami di depan ticket counter. Padahal Mba-nya udah berdiri siap menyambut kami.


Mrs.wife: "Masuk enggak nih? Coba kita liat dulu kaya apa.."
Mr.husband: "Enggak keliatan kali, tuh ambil brosurnya aja"
(kemudian saya ambil, ternyata itu brosur restoran di dalam temple:D)
Mrs.wife: "Jadi gimana, beli enggak nih?"
Mr.husband: "Yaa cuman JPY500 kan? Beli aja lah!" Nadanya udah kezel:p

Hahahaha..you know why woman are from venus and man are from mars.



Good morning bamboo forest
The beauty of Tenryuji Temple
Enggak nyesel deh beli tiket JPY500 masuk ke sini:p


Kami foto-foto di Arashiyama Station, dimana kami menemukan what so called Kimono Forrest dan sebuah kereta berwarna ungu. Maaf ya, saya udah cari foto yang sayanya enggak ada, tapi hanya ada foto ini. So please pardon my selfie, kalau enggak suka scroll ke bawah aja ya:D

Purple big fan with the purple train. So happy!
At Kimono Forrest

Tapi don't get confused, saya tidak tiba di stasiun ini dan juga tidak pulang dari stasiun ini. Saya masih harus jalan kaki ke stasiun kereta dari perusahaan lain selama 15 menit. Jadi setelah foto-foto di stasiun kereta, dan di sekitar kota Arashiyama, kami pun pulang dan menuju Kobe untuk makan siang.


Salah satu penjual ice cream di Arashiyama. Dear Arashiyama, I miss you already!


How did we go to Kobe? Jadi, mr.husband online dengan smartphone-nya mencari jalur kereta ke Kobe, sementara saya mengekor tanpa berkomentar. Kami memang hanya membeli paket internet dari Telkomsel untuk hp mr.husband. Jadi jangan salahkan saya, kalau dia yang sibuk hehehe..*alesan.

Satu jam kemudian kami tiba di Kobe, makan siang, belanja di Tokyu Hands, membeli tumbler Starbucks bertuliskan Kobe, numpang ke toilet di Starbucks dan pulang ke Osaka. Sekitar jam 3 kami sudah di kereta menuju Osaka. 


Satu Malam di Osaka

Sesuai tujuan awal, di Osaka kami hanya ke Dotonbori yang malam itu super ramai. Saya enggak betah dan ingin cepat-cepat meninggalkan Dotonbori.

Akhirnya malam itu kami jalan kaki dari Dotonbori ke Namba Parks, dimana terdapat toko mainan favorit saya, Toys R Us. Saatnya beli Lego untuk kedua Kiddos:)

Ini orang banyak bangeeeet!
Dotonbori dan kepiting yang menjadi icon


Budget Weekend di Jepang

Selain tiket pesawat yang kami beli pada bulan April 2016, yang kami cicil 6 bulan tanpa bunga itu, selebihnya kami membayar Rp 450,000 untuk airbnb, dan menukarkan JPY40,000 (atau sekitar IDR 4.700.000).  Jadi total budget kami untuk 2 dewasa adalah:

- Tiket pesawat Rp 5.400.000.   
- Airbnb Rp 450.000
- Beli JPY Rp 4.700.000

Adapun JPY yang kami beli, dipergunakan untuk:

- JPY 5,400 membayar penginapan satu malam di Centurion Cabin & Spa Kyoto.
- JPY 13,400 biaya transportasi selama di Jepang:
Icoca dan JR Haruka untuk dua orang JPY9.400 dari Kansai Airport ke Kyoto dan dari Osaka ke Kansai Airport. Lalu kami top up Icoca Card kami JPY 4,000 (untuk dua orang), yang kami pergunakan untuk explore Kyoto, Kobe dan Osaka. 
- Sisanya untuk makan, jajan, minum kopi dan membeli oleh-oleh (yang tidak seberapa itu).


Bisa teman-teman lihat bahwa alokasi budget terbesar adalah untuk tiket pesawat. Jadi bersabarlah antre di GATF untuk mendapatkan tiket pesawat murah ya!


Ohya, tidak ada biaya untuk visa, karena kami sudah memiliki visa yang berlaku selama 3 tahun.


Tip Liburan Hemat di Jepang ala tesyasblog

Susah ini mau kasih tip liburan hemat, padahal kami kemarin foya-foya minum kopi, yang sekali minum bisa habis JPY 1,000 hehehe..


Tapi beberapa yang perlu dicatat adalah:

- Menginaplah di pusat kota, dekat stasiun dan walking distance to many touristy places. Kyoto Station adalah bukan pusat kota (at least menurut kami), karena itu kami menginap di area Gion.
- Riset sebelum membeli pass di Jepang. Kami tidak membeli pass karena pertimbangan tiket dari Kansai Airport ke Kyoto paling murah adalah dengan promo ICOCA dan JR Haruka. Akhirnya kami top up kartu ICOCA sebesar JPY2,000 per orang, dan sangat cukup untuk kami. Jangan hanya melihat tiket di dalam kota ya, namun perhitungkan biaya transportasi dari bandara ke kota PP.
- Susun itinerary yang efisien, sejalan, sehingga tidak menghamburkan biaya transportasi.
- Banyaklah jalan kaki, cape sih memang, tapi kan sehat, menghangatkan tubuh dan murah:D Bonusnya, biaya transport bisa dialokasikan untuk beli kopi hehehe..
- Pergunakan voucher airbnb, saya mendapatkan diskon Rp 850 ribu karena mengumpulkan travel credit dari airbnb. Untuk teman-teman yang mau pesan airbnb, pergunakan kode tmeriam1 (syaratnya adalah pemesanan pertama, dengan harga kamar per malam di atas USD 75). Diskon Rp 295 ribu menanti :)
- Membawa instant noodle dari Indonesia; ini sih bukan mau hemat tapi memang perlu di saat liburan musim dingin ke Jepang. 3 derajat gitu loooh! Sangat sulit menemukan instant noodle yang halal, karena itu selalu siapkan perbekalan. Apalagi kalau memang menginap di apartemen airbnb seperti kami yang memang dilengkapi dapur.


Yang mau itinerary kami 4 hari 3 malam di Jepang, boleh banget, tapi teman-teman follow akun social media kami dulu ya, twitter & ig: @tesyasblog FB fanpage: Tesyasblog. Lalu silahkan email ke tesyas.blog@gmail.com


Travel begins with a dream, and we've checked our travel dream to see the snow in Kyoto, even only for a short weekend in Japan. And I hope you will be able to make your travel dreams coming true as well.



written on February 3, 2017
Follow our Twitter and Instagram: @tesyasblog
Like our FB page: Tesyasblog
See our video on youtube: Tesya Sophianti


Next Post:
Cara Naik Kereta JR Haruka Dari Kansai Airport ke Kyoto

20 comments:

  1. Teteh,cika juga nyoba naritaya tapi yg di asakusa. Cika nyoba ramen yg kering ya mezasoba enaaak bgt deh �� Sama chicken karaage nya juga enak ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Cika, aku baru nyoba ya sekali ini...duh jadi pengin nyoba chicken karaage nya:)

      Delete
  2. Gila ya weekend-nya di Jepang :))

    ReplyDelete
  3. Ramen halal ayam ya dkt st kyoto jg enak banget. Harga Y600-800

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih infonya, aku pas googling ketemunya cuman yang Gion Naritaya.

      Delete
  4. Teteh mau tnya klo yg dpt cashback cuma BNI aja ya?

    ReplyDelete
  5. Mba tesya,mau tanya kalo alternatif transportasi paling murah dari tokyo ke osaka naik apa ya mba?thx infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, maapkan aku belum pernah. Tapi aku baca ada willer bus juga ya dari Osaka ke Kyoto. Coba di googling dan dibandingkan dengan kereta Mba.

      Delete
  6. ahhh... aku sampe ngga bisa berhenti bacanya. Bakal aku bookmark nih postingan mba tesya yang ini. Aku pengen banget ke jepang, ini lagi bujuk suami supaya mau pinjemin kartu kredit buat beli tiket ke Jepang di GATF nanti hahahhaah.. Semoga bujuk rayunya berhasil.

    Kayanya harus banyak baca postingan di blog mba tesya ini, buat afirmasi supaya traveling imipian ke negara-negara lain bisa terwujud. Itu yang aku lakukan pas pengen banget ke Singapura. Baca banyak blog yang punya tulisan Singapura, bacaa terus sampe bosen. Dan akhhirnya kesampaian bisa ke Singapura :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ayo Mba, bujuk sebulan ini ya, semoga berhasil:D
      Dan semoga impian ke Jepangnya terwujud ya.

      Delete
  7. Wowww seruuu bgt mbak.. itinerary padet pisan euy.. tapi worth to try ya.. next time mau ah coba lagi. Pasmo card masih ada nih, memanggil2 utk kembali kesana. Amiiin

    ReplyDelete
  8. ully tjakra7/3/17 3:03 PM

    hai mbak tesya...kalo mau ke kobe lbh gampang dari kyoto ato osaka ya? brp lama mbak dr kyoto ke kobe?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ully, enggak masalah, dari kedua kota gampang kok karena sangat terintegrasi.

      Delete
  9. keren ya mbak. bisa liburan bareng keluarga dan di hari weekend pula ^^ patut di coba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..maunya sih bisa 5 hari kok mba.. (:

      Delete
  10. halo mbak salam kenal ya..

    ada yg mau saya tanya mengenai tempat nginepnya centurion cabin & spa kyoto, itu private room dgn share bathroom ya.. bathroomnya dekat room gak lokasinya? saya udah booking tp gak ngecek soal km mandi, soalnya saya beseran orgnya hehehehe... makasih ya sblmnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, maaf baru balas..
      Iya area bathroomnya dekat dengan bedroom kok. Tapi kalau area mandinya di lantai 1, selantai dengan lobby. Semoga suka ya nginep disana.

      Delete