Bis dari Pontianak ke Kuching


Untuk cerita kali ini, ijinkan saya menulis dalam bahasa Indonesia ya, karena posting ini bertujuan sharing pengalaman perjalanan naik bis dari Pontianak ke Kuching. Siapa tau ada our Indonesian blog readers yang mau backpacking ke Kuching melalui Pontianak.

Liburan ke Kuching ini berawal dari iseng ajak temen yang ikut business trip ke Pontianak. Ga disangka 4 orang berminat dan kami sepakat pergi dari Pontianak Jumat malam naik bis, pulang kembali ke Pontianak menggunakan MASwings. Awalnya agak ragu juga naik bis malam selama 10 jam, tapi karena MASwings hanya terbang pagi hari dari Pontianak, dan hari Jumat kami masih kerja, kami pun memilih bis. Kami pikir kalau pergi Sabtu pagi, waktu kami di Kuching akan teralu singkat.

Jumat malam, kami sudah stay tune di kantor bis SJS. Sebetulnya banyak bis lain yang melayani rute Pontianak ke Kuching ini, misalnya Damri dan EVA. Kami dibantu oleh teman kami di Pontianak Venicia Febrianti, untuk membeli ticket bis. Veni membelikan kami ticket bis SJS dan ternyata merupakan pilihan yang tepat, karena bis SJS yang kami naiki hanya berisi 9 penumpang. 

bis SJS tujuan Kuching


Ada dua macam bis SJS yaitu executive (36 seat) dan super executive (19 seat). Kami memilih bis super executive seharga Rp 220.000/person dan mendapatkan bis dengan tempat duduk 2-1, leg room yang luas, tempat duduk yang empuk dan bis yang dingin. Oya, untuk yang ingin lebih murah, bisa naik bis executive seharga Rp 165.000 per orang. Melihat keadaan bis, kami yakin sekali bisa menikmati perjalanan malam itu, sampai kami merasakan bis kami oleng.

Iya..bis kami oleng ke kiri dan kanan menerjang jalanan berlubang nan banjir! Kami yang baru saja mencoba tidur, terbangun mendengar kehebohan supir dan sang asisten menerjang banjir. Setelah melewati area itu, kami pun tertidur kembali sampai terdengar suara terikan sang supir. Kali ini supirnya berantem sodara-sodara! 

Kami kembali terbangun dan melihat di depan kami jalanan dari tanah, becek (plus ga ada ojek). Kami lihat jam sudah menunjukan pukul 12 malam, namun banyak sekali mobil dan motor dari arah berlawanan yang menutupi jalan bis kami. Rupanya mereka tidak sabar antri dan mengambil jalur yang berlawanan. Cukup lama kami terjebak di area itu, setelah pertengkaran usai, bis kami bisa melaju di jalan sempit dan berlubang sebesar kolam. This is serious! 

Saya sedih sekali betapa pembangunan di negeri ini tidak merata. Sehari sebelumnya saya melakukan business trip dari Pontianak ke Singkawang dengan jalan super mulus. Namun jalan yang saya lalui dengan bis malam itu, tidak layak disebut sebagai jalan, melainkan kubangan! Kalau Pemerintah Pusat tidak percaya dengan deskripsi saya, coba deh naik bis dari Pontianak ke Kuching. Daerah dengan kerusakan jalan terparah itu di sekitar Tayan. Semoga saja ada pegawai Departemen PU yang membaca tulisan ini dan tergerak memperbaiki jalan di sana. Sayang memang saya tidak sempat foto, tapi memang susah untuk mengambil gambar karena bisnya oleng terus.

Bis kami berhenti sekitar pukul 1 pagi di restoran Roda Minang. Saya lihat banyak yang makan malam itu, sementara supir saya sibuk curhat kepada sesama supir bis pertengkaran yang baru ia alami. Saya sih udah hilang nafsu makan, tapi saya tetap turun untuk toilet break dan foto-foto:p

pemberhentian bis dini hari di restoran Roda Minang

Setelah istirahat, bis kami melaju kembali meneruskan perjalanan ke Entikong. Saya sempat comment ke Veni, daripada bis kosong, lebih baik bis-bis dari Pontianak ini digilir saja harinya. Kan sayang buang-buang bbm. Seperti bis saya yang hanya 9 orang, saya ga yakin apakah bisa menutup biaya operasionalnya? Ditambah lagi banyaknya bis dijalan rusak membuat kemacetan bertambah panjang.

Kami sampai juga di Entikong jam 3.30 am, dan Pak Supir meminta kami tunggu di bis dulu hingga pintu perbatasan dibuka. Sekitar jam 5 kurang 15 menit, kami dibangunkan dan diminta turun semua menuju gerbang.


menunggu gerbang dibuka

Weekend kali itu bukan long weekend, sehingga antrian imigrasi tidak panjang. Proses pemeriksaan passport pun berjalan lancar. Kami sempat toilet break di area pemeriksaan imigrasi Indonesia, omg kondisi toilet mengenaskan. Jadi dari pengelaman saya, lebih baik menunggu hingga tiba di kawasan imigrasi Malaysia.

Setelah cap passport di imigrasi Indonesia, kami terus berjalan dan menemukan gerbang lainnya yaitu pos pemeriksaan imigrasi Malaysia. Kami pun kembali antri di sana, sementara bis melewati gerbang khusus kendaraan dan menunggu semua penumpang. Saya orang Indonesia asli 100% dan mencintai Indonesia sepenuh hati, tapi saya harus jujur, dari kantor Imigrasi kedua negara ini saja sudah terlihat jelas yang terawat dan tidak terawat!

bis yang menunggu penumpang di perbatasan Malaysia

Sekitar jam 7.30 waktu Malaysia, pemeriksaan passport sudah kami lalui. Kami membawa backpack kami turun dari bis, tidak ada pemeriksaan sama sekali atas barang yang kami bawa turun loh. Hmmm...aneh juga ya.

Kami melanjutkan perjalanan ke kota Kuching yang masih 1,5 jam dari perbatasan. Begitu masuk Malaysia kami disuguhi jalan mulus beraspal, tidak ada yang rusak sama sekali. Kabut di pagi hari itu menambah kekaguman kami.

one beautiful morning, picture was taken by Nursehan The


Mendekati kota Kuching mulai terlihat jalan yang lebih besar lagi..

memasuki kota Kuching, picture was taken by Nursehan The

Sekitar pukul 9 pagi, kami tiba di Kuching Sentral, sebuah terminal bis yang megah dan bersih. Di sana kami melanjutkan perjalan ke Lime Tree Hotel menggunakan metered taxi, dengan voucher resmi yang kami beli di taxi counter.

terminal bis yang super nyaman

Akhirnya kami tiba kurang lebih sama dengan kedatangan MASwing yang berangkat pagi itu dari Pontianak ke Kuching. Ada sedikit penyesalan kenapa kami tidak memilih pesawat saja daripada harus melalui one scary night on the bus. Tapi on the second thought, ada baiknya juga kami mengalami hal ini, sehingga kami tau betapa parahnya keadaan jalan rute Pontianak ke Kuching.

Semoga tulisan ini menjadi perhatian Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan memperbaiki keadaan jalan di sana. We are a big nation, I believe we can do it.



written on July 12, 2013

22 comments:

  1. boleh tau alamat dan nomer hp agen bus bus tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas, ini saya dapat dr google link nya: http://visitpontianak.com/index.php/bis

      SJS no tlp nya: 73-4626,73-9544,76-5651

      Dengan alamat: Jl. Sisingamangaraja No.155

      Hope it helps ya..

      Delete
  2. Bis Antar Negara (Kuching,Sarawak, Malaysia & Brunei)

    ADBS, Jl. Tanjung Pura No.248, Telp.717-7773, 717-7772, ke: Brunei
    ATS, Jl. Pahlawan No. 58, Telp.74-0308, ke: Kuching
    Bintang Jaya Express, Jl.Tanjung Pura No.310A, Telp.659-7402, 752-2200, ke: Kuching
    Damri, Jl. Pahlawan No.226/3, Telp.74-4859, 74-0049, 707-6849, ke: Kuching, Brunei
    Eva Express, Jl. Sisingamangaraja, Telp.74-3045, 0811-57-1218, ke: Kuching
    SJS, Jl. Sisingamangaraja No.155, Telp.73-4626,73-9544,76-5651, ke: Kuching, Brunei
    Sri Merah, Jl. Sisingamangaraja No.137, Telp.73-3175, 0821-5001-5114, ke: Kuching
    Tebakang Express / Biaramas Express, Jl.Diponegoro No.165, Telp. 76-5018, 73-4559, ke: Kuching
    Murni HJ Saban, Jl.Trans Kalimantan Ambawang Ruko No.88N, 0858-2208-4886, ke: Malaysia, Brunei
    -------- oooooOOOooooo ---------

    ReplyDelete
  3. penulisan yang bagus.
    andai perjalanannya bukan ke Kuching tetapi terus ke wilayah Kal Bar bagian Timur (Sanggau, Sintang, Putusibau), perjalanan akan makin menyenangkan. dijamin bus goyang hampir sepanjang perjalanan, sehingga tidurnya akan makin pulas :p hehheehee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe..thank you udah mampir. Errr kayanya saya agak kapok nih dgn perjalanan bis ini dan kalau harus terus ke Kalbar bagian timur..hmm..enggak kebayang deh..hehehe

      Delete
  4. @Tesya/anonymous boleh minta alamat emailnya ga ya..?? Mhon maaf sebelumnya..saya mau nanya untuk bis jurusan Pontianak Kuching dan sekitar'y...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kok saya enggak ada notifikasi komen ini ya..maapkan Adjie, telat banget.
      Email saya tesyas.blog@gmail.com

      Delete
  5. Maaf pak mau nanya.
    Di kntor imigrasi malaysia bayar ga pas masuknya? Terus banyak pertanyaan ga dr pihak imigrasi malaysianya. Saya mau nyoba ksna. Terimaksh atas tulisannya sngat membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas, enggak bayar masuknya. Kita cuman menyerahkan paspor aja.
      Saya sih ditanya mau ngapain di Kuching, pulang kapan..gitu aja kok.

      Delete
  6. Kalo brgktnya mlm dr pontianak bis nya jln jam brp ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dina, saya waktu itu berangkat jam 9 malam. Bus nya rata rata berangkat jam segitu.

      Delete
  7. min mau tanya.. kalo di kuching tempat wisata yg pernah mimin kunjungi ap ja? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas or Mba, saya bukan admin, panggil saya Tesya aja.
      Tempat wisata yg saya kunjungi bisa dilihat di Post "10 Hours Exploring Kuching" link nya saya kasih di bawah posting ini (di bagian Related Post). Thank you.

      Delete
  8. sekedar berbagi

    http://nikodemusoul.wordpress.com/2014/08/05/kuching-malaysia-the-second-kun-thien-the-big-san-keuw-jong/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak, thanks for sharing.
      Eh skrg udah ada terminal bus khusus nya di Pontianak. Aaah keren!

      Delete
  9. Hi mba tesya, baca artikel ini sangat mengasyikkan, hahaha...seandainya mba naik pesawat tentu tdk akan mendapatkan pengalaman unik spt ini :) Kalo diinget2 lagi, bisa bikin kita senyum2 sendiri. Seperti masuk mesin waktu ya, zaman lampau ke zaman modern :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Ocha, kapan-kapan cobain deh, siapa tau jalannya sekarang udah lebih baik hehe. Amin..

      Delete
  10. Makanya bentuk negara federasi juah lebih baik, infra struktur menjadi tanggung jawab negara bagian. NKRI bikin rusak wajah negri. Sudah betul Indonesia dulu dg federasinya, jika federasi urusan pembangunan bukan urusan pusat tspi urusan negara bagian itu sendiri. Ini jakarta yg punya urus, jangan salahkan Kalbar. Ka i org Kalimantan sangat kecewa dg sistem pemerintahan kita. Indonesia secara politik sdh ok hanya sj pembangunannya yg buruk ditambah lagi gutu guru mafia semua berasal dr Jakarta. Koruptor daerah berguru dg koruptor di Jawa dan Sumatera. Disanalah biang kehancuran negeri ini, ditambah lagi oleh mafia dagang.

    ReplyDelete
  11. Tdk ada beda antara org sarawak dengan kami orang kalbar, kami sama sama org kalimantan, yg membedakannya hanya negara saja. Org sarawak sama suku bangsa dg kami org kalbar kenapa kelihatannya org sarawak lebih modern dan maju itu disebabkan karena sistem negara kita ini yg tak jelas. Org luar selalu bilang di sarwak lebih baik dan di kalbar kondisinya memprihatinkan, kok kalbar? Jakarta dong yg punya dosa. Menjadi bagian dari negara Indonesia sangat mengecewakan. Jika suatu saat Kalbar berdiri menjadi negara bagian maka kondisinya akan jauh lebih baik dr pada sekarang. Indonesia yg urus org Jawa dan Batak yg isi otaknya korupsi melulu. Mereka itulah guru perusak negeri ini. Orang sarawak terdiri dari orang melayu, dayak dan cina tidak dikendalikan jawa dan batak ternyata lebih hebat dari pada indonesia yg dikendalikan jawa dan batak. Suku bangsa ternyata berpengaruh kepada pola pikir.

    ReplyDelete
  12. Kerajaan Sarawak sungguh baik dgn orang Indonesia.Pernah pergi ke Serikin dekat Bau, orang Indonesia di benar berdagang di dalam wilayah Sarawak. Sekarang saya lihat byk sekali kenderaan dari Indonesia masuk ke Sarawak mengunakan Jalan Tran Borneo iaitu highway dari Kuching sampai ke Sabah....

    ReplyDelete
  13. nice infonya, mampir mapir ke ke sini juga boleh http://kultura.co.id/menyepi-di-pulau-moyo.html

    ReplyDelete